SULAWESI SELATAN — Piala Dunia 2026 resmi menjadi milik Spanyol setelah Ferran Torres menjadi pahlawan lewat gol di menit ke-106 babak perpanjangan waktu. Kemenangan 1-0 ini mengulang sukses La Roja di edisi 2010 dan sekaligus menegaskan dominasi mereka di turnamen yang berlangsung di Amerika Utara tersebut.
Rodri dinobatkan sebagai penerima Golden Ball—penghargaan untuk pemain terbaik turnamen—setelah tampil konsisten di lini tengah Spanyol. Ini sekaligus menghentikan langkah Lionel Messi yang sebelumnya diunggulkan untuk memenangkan penghargaan tersebut untuk kedua kalinya secara beruntun usai membukukan delapan gol selama turnamen.
Messi akhirnya menerima Silver Ball, melengkapi koleksi pribadinya yang sudah berisi dua Golden Ball dari edisi 2014 dan 2022. Sementara itu, Kylian Mbappe yang mencetak 10 gol sepanjang turnamen dan resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia, harus puas dengan Bronze Ball.
Spanyol nyaris menyapu bersih seluruh penghargaan individu. Pau Cubarsi, bek muda yang menjadi korban tekel brutal Enzo Fernandez hingga membuat pemain Argentina itu mendapat kartu kuning kedua, pulang membawa penghargaan Pemain Muda Terbaik turnamen.
Di bawah mistar, Unai Simon tampil sempurna. Kiper Spanyol itu hanya kebobolan satu gol sepanjang Piala Dunia 2026—rekor terendah bagi tim juara dalam sejarah turnamen—dan berhak atas Golden Glove.
Final di babak pertama berjalan dengan tempo ketat. Argentina bermain sangat bertahan dan gagal mencatatkan satu pun tembakan ke gawang selama 90 menit waktu normal. Kelemahan La Albiceleste semakin parah ketika Enzo Fernandez diusir wasit pada babak perpanjangan waktu, membuat mereka bermain dengan 10 orang.
Ferran Torres memanfaatkan celah di menit ke-106 untuk menjebol gawang Argentina. Tertinggal satu gol, Argentina mencoba menekan dengan beberapa percobaan tembakan, namun semuanya gagal menemui sasaran. Spanyol bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Kekalahan ini sekaligus menjadi simbol peralihan generasi. Messi yang berusia 39 tahun di turnamen ini harus mengakui keunggulan Spanyol yang diperkuat Lamine Yamal—bakat muda yang disebut-sebut sebagai pewaris tahta sepak bola dunia. Spanyol kini pulang dengan trofi keempat mereka, sementara Argentina harus menunggu empat tahun lagi untuk mempertahankan gelar.