SULAWESI SELATAN — Keputusan Lucas Radebe menolak pinangan Manchester United di era keemasan Sir Alex Ferguson menjadi salah satu cerita loyalitas paling ikonik di Premier League. Bek tengah berusia 70 kali caps internasional ini mengungkapkan bahwa tawaran dari Setan Merah memang menggoda, tetapi ikatan batinnya dengan Leeds United tidak tergantikan.
Radebe bergabung dengan Leeds dari Kaizer Chiefs pada 1994. Empat tahun berselang, ia dipercaya menjadi kapten tim dan mulai menjadi incaran klub-klub besar Eropa, termasuk Manchester United yang saat itu tengah berjaya.
"Itu godaan besar ketika Sir Alex Ferguson memasang label harga £10 juta pada saya," ujar Radebe kepada FourFourTwo. Namun, Leeds tidak memaksanya hengkang. Sebaliknya, klub justru menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada sang pemain.
Langkah itu menjadi risiko yang terbayar. "Mereka paham keputusan yang saya ambil, menerimanya, dan kami pun melanjutkan perjalanan," tambahnya.
Radebe mengakui bahwa bergabung dengan United yang dilatih Ferguson dan dihuni pemain kelas dunia hampir menjamin kesuksesan berupa medali juara. Namun, pertimbangan itu tidak cukup kuat untuk membuatnya meninggalkan Leeds.
"Saya mungkin akan membuat sejarah dengan memenangkan trofi di Manchester United, yang sepertinya sudah terjamin. Tapi bagi saya, itu bukan soal penghargaan," tegas Radebe.
Ia menempatkan loyalitas dan rasa hormat terhadap klub di atas segalanya. "Leeds adalah klub yang mengubah hidup saya. Klub ini memberi saya perasaan menjadi bagian dari sesuatu, dan itulah yang paling saya hargai," pungkasnya.
Keputusan Radebe untuk bertahan di Leeds hingga 2005 menjadikannya legenda hidup klub. Ia tidak hanya dihormati karena kemampuan bertahannya yang solid, tetapi juga karena sikapnya yang menolak bergabung dengan rival sengit dari seberang Pennines.
Di era di mana pemain kerap berpindah klub demi mengejar trofi, kisah Radebe menjadi pengingat bahwa nilai kesetiaan masih memiliki tempat. "Saya tidak tahu apakah kontribusi saya akan bertahan selama 12 tahun jika saya pergi ke United," ujarnya, menutup kemungkinan penyesalan atas pilihannya.