Golkar Sulsel Kehilangan Kursi Nomor Satu DPRD untuk Pertama Kali, Bahlil Targetkan Rebut Kembali Kejayaan di Musda XI

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Minggu, 19 Juli 2026 | 15:24:24 WIB
Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel Muhidin M. Said mengakui untuk pertama kalinya partainya kehilangan posisi peraih kursi terbanyak di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan pada Pemilu 2024.

MAKASSAR — Kekalahan di Pemilu 2024 menjadi alarm bagi Partai Golkar di Sulawesi Selatan. Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin M. Said, mengakui bahwa untuk pertama kalinya partainya kehilangan posisi sebagai peraih kursi terbanyak di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

"Semua kita tahu Sulawesi Selatan ini merupakan lumbung Golkar. Tapi dalam sejarahnya, baru pertama kali inilah pada pemilu 2024, Golkar di Sulawesi Selatan tidak mendapatkan kursi nomor 1 di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan," kata Muhidin.

Target Kolektif Mengembalikan Dominasi

Bahlil menegaskan bahwa target mengembalikan kejayaan partai bukan hanya keinginan pengurus daerah, melainkan harapan kolektif seluruh jajaran, termasuk pengurus DPP dan anggota Fraksi Golkar DPR RI asal Sulsel. Ia menyebut Sulawesi Selatan sebagai barometer kekuatan Partai Golkar di Indonesia Timur.

"Berbicara Partai Golkar di wilayah timur, simpulnya adalah Sulawesi Selatan. Kejayaan Partai Golkar di wilayah timur selalu semuanya mengambil contoh di Sulawesi Selatan," ujar Bahlil dalam arahannya.

Konsolidasi Jadi Kunci Bangkitkan Kembali Kepercayaan Publik

Menghadapi persaingan politik yang terus berubah, Bahlil mendorong penyusunan langkah terukur dengan kinerja yang jelas. Ia menekankan konsolidasi organisasi menjadi kunci utama agar partai kembali meraih kemenangan pada pemilu mendatang.

"Lewat Musda ini, saya minta untuk segera merumuskan langkah-langkah yang terukur dengan kinerja yang jelas dan konsolidasi yang bagus. Kita harus bersepakat mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Provinsi Sulawesi Selatan," kata Bahlil.

Senada dengan itu, Muhidin menilai Musda XI harus menjadi momentum menyatukan kembali seluruh kekuatan partai. Baginya, konsolidasi bukan sekadar menyatukan barisan, tetapi juga menyamakan strategi dan langkah nyata untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

"Dengan konsolidasi kita memastikan Golkar tetap relevan, tetap dipercaya, dan tetap menjadi kesempatan utama dalam menjaga kesatuan bangsa, serta meneruskan kesejahteraan rakyat," ucap Muhidin.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: sulsel.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top