MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjadikan industri pernikahan sebagai salah satu sektor andalan untuk menggerakkan ekonomi kreatif daerah. Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi menyatakan ajang The Art of Wedding Gallery (TAWG) yang memasuki musim ke-10 membuktikan bahwa sektor ini mampu menciptakan lapangan kerja dan menghidupkan banyak subsektor usaha sekaligus.
Fatmawati saat membuka TAWG Season 10 di Makassar, Jumat, menegaskan bahwa acara ini bukan pameran pernikahan biasa. Ia menyebut TAWG menjadi wadah yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan masyarakat yang tengah mempersiapkan pernikahan.
“Ini menjadi ruang promosi, kolaborasi, sekaligus menggerakkan roda perekonomian,” kata Fatmawati.
Menurutnya, industri pernikahan memiliki efek berganda yang nyata. Satu acara pernikahan bisa melibatkan perancang busana, tata rias, fotografer, videografer, dekorator, hingga jasa penyelenggara acara dan perhotelan. Semua subsektor itu masuk dalam kategori ekonomi kreatif.
Keterlibatan pelaku UMKM dalam rantai industri ini dinilai strategis. Fatmawati menyebut kerja-kerja para pelaku ekonomi kreatif melibatkan banyak sektor, termasuk UMKM, sehingga mampu membuka peluang usaha baru.
“Kerja-kerja para pelaku ekonomi kreatif ini melibatkan banyak sektor, termasuk UMKM, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah provinsi berkomitmen terus mendukung tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif yang inovatif, kompetitif, dan berdaya saing. Fatmawati ingin pelaku ekonomi kreatif Sulsel bisa menjadi tuan di rumah sendiri.
“Saya ingin pelaku ekonomi kreatif kita menjadi tuan, menjadi raja di rumah sendiri. Kualitas wedding organizer maupun event organizer Sulawesi Selatan tidak kalah dengan daerah lain,” kata Fatmawati menegaskan.
Ia mengajak seluruh pelaku usaha memanfaatkan ajang TAWG untuk memperluas jejaring, membangun kolaborasi, serta meningkatkan daya saing produk dan layanan. Konsistensi penyelenggaraan hingga musim ke-10 dinilai mencerminkan besarnya potensi industri kreatif di Sulsel.