6 Oleh-Oleh Khas Sulawesi Selatan yang Pasti Disukai, Lengkap Tips Memilih

Penulis: Chandra Kusuma  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 16:40:31 WIB
Roti pia khas Sulawesi Selatan dengan isian kacang hijau dan bumbu rempah tersaji dalam kemasan dus.

Berbicara soal Sulawesi Selatan, ingatan langsung tertuju pada kuliner yang berani. Mulai dari cita rasa gurih yang pekat hingga manis yang membalut lidah. Bagi perantau atau wisatawan yang pulang kampung, membawa oleh-oleh dari sini adalah tradisi yang tidak pernah lekang. Bukan sekadar buah tangan, tapi juga pengakuan bahwa lidah orang Sulsel memang punya standar rasa tersendiri.

Namun, tidak semua oleh-oleh cocok untuk perjalanan jauh atau tahan lama. Beberapa harus diolah dengan cara khusus agar sampai di tangan keluarga tetap dalam kondisi prima. Artikel ini akan memandu Anda memilah enam jenis oleh-oleh yang paling aman, enak, dan pasti disukai oleh siapa pun yang menerimanya.

1. Roti Pia: Si Kecil Gurih yang Bikin Nagih

Roti pia dari Sulawesi Selatan berbeda dengan pia dari Jawa. Isiannya didominasi kacang hijau yang dihaluskan dengan tambahan bumbu rempah khas, memberikan sensasi gurih yang tidak membosankan. Tekstur kulitnya renyah di luar, tapi tetap lembut di dalam.

Roti pia biasanya dijual dalam kemasan dus kecil atau toples. Untuk oleh-oleh, pilih yang sudah dikemas vakum atau dalam kaleng agar tidak mudah hancur selama perjalanan. Varian rasa original dan durian menjadi favorit utama, tapi jangan ragu mencoba isian cokelat atau keju untuk variasi.

2. Kue Bawang: Camilan Renyah untuk Segala Usia

Kue bawang adalah primadona oleh-oleh yang tidak pernah gagal. Berbentuk kecil, renyah, dan terasa gurih karena campuran bawang putih dan daun seledri. Proses pembuatannya yang digoreng dengan minyak berkualitas membuat kue ini tahan lama hingga berminggu-minggu.

Saat membeli, perhatikan warna kue bawang. Kue yang digoreng dengan minyak baru akan berwarna kuning keemasan, bukan cokelat tua. Hindari kemasan yang sudah penyok atau berlubang karena bisa mengurangi kerenyahannya. Kue bawang paling nikmat disantap langsung atau dicocol sambal.

3. Kacang Disco: Pedas Manis yang Bikin Kecanduan

Kacang disco adalah kacang tanah yang dilapisi adonan tepung berbumbu, lalu digoreng hingga renyah. Rasanya perpaduan antara manis, gurih, dan pedas yang pas. Nama "disco" konon berasal dari cara makannya yang membuat bibir bergerak seperti orang berdansa.

Oleh-oleh ini sangat praktis karena tidak mudah basi dan tahan lama. Kacang disco sering dijual dalam plastik kiloan atau toples. Pilih yang masih terasa renyah saat digigit, bukan yang sudah melempem. Varian pedas manis adalah yang paling banyak dicari, tapi ada juga rasa original bagi yang tidak suka pedas.

4. Coto Makassar: Bawa Pulang Cita Rasa Kuah Legendaris

Coto Makassar adalah salah satu ikon kuliner Sulsel. Namun, bagaimana cara membawanya sebagai oleh-oleh? Solusinya adalah coto instan atau bumbu coto kering. Banyak produsen lokal yang mengemas bumbu coto dalam bentuk pasta atau bubuk, lengkap dengan jeroan sapi yang sudah dimasak dan dikeringkan.

Dengan kemasan ini, penerima tinggal menambahkan air dan memasak sesuai petunjuk. Hasilnya tetap otentik karena rempah-rempah seperti ketumbar, jintan, dan serai masih terjaga. Pastikan kemasan tidak bocor dan perhatikan tanggal kedaluwarsa. Coto instan cocok untuk perantau yang rindu masakan rumah.

5. Pisang Epe: Manisnya Pisang Bakar Khas Makassar

Pisang epe adalah pisang kepok yang dibakar, lalu dipipihkan dan disiram saus gula merah cair. Rasanya manis legit dengan aroma bakar yang khas. Untuk oleh-oleh, biasanya dijual dalam kemasan pisang epe beku atau saus gula merah siap pakai.

Pisang epe beku hanya perlu dipanaskan di teflon atau microwave sebelum disajikan. Saus gula merahnya bisa langsung dituang. Ini adalah pilihan tepat bagi yang ingin memberikan pengalaman kuliner unik tanpa repot. Pisang epe paling nikmat disantap selagi hangat, ditemani secangkir teh pahit.

6. Songkok: Oleh-Oleh Non-Makanan yang Sarat Makna

Songkok atau peci khas Sulawesi Selatan adalah oleh-oleh non-makanan yang paling dicari. Dibuat dari kain beludru hitam yang dibentuk kokoh, songkok ini biasanya dipakai saat acara resmi atau ibadah. Kualitas songkok dari Sulsel terkenal karena jahitannya rapi dan bentuknya tidak mudah penyok.

Saat memilih songkok, perhatikan ketebalan kain dan jahitan di bagian dalam. Songkok asli biasanya memiliki lapisan kertas karton di dalamnya agar tetap tegak. Ukuran lingkar kepala perlu diperhatikan agar pas dipakai. Songkok bisa ditemukan di pasar tradisional atau toko khusus di pusat kota Makassar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama oleh-oleh seperti kue bawang atau kacang disco bisa bertahan?
Jika disimpan dalam wadah kedap udara di tempat sejuk, kue bawang dan kacang disco bisa bertahan hingga 2-3 minggu. Hindari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan tinggi.

Apakah roti pia bisa dibawa naik pesawat?
Bisa. Roti pia dalam kemasan vakum atau kaleng aman dibawa di kabin maupun bagasi. Pastikan tidak ada isian cair yang melanggar aturan penerbangan.

Di mana tempat terbaik membeli oleh-oleh khas Sulsel di Makassar?
Pusat oleh-oleh di sepanjang Jalan Sultan Hasanuddin atau di area Pasar Terong menjadi pilihan utama. Banyak toko yang menjual berbagai merek dalam satu tempat, sehingga Anda bisa membandingkan kualitas.

Apakah coto instan rasanya sama dengan coto asli?
Rasanya sangat mendekati, terutama jika bumbu keringnya masih segar. Beberapa merek bahkan menambahkan potongan jeroan asli yang sudah dikeringkan untuk menjaga keaslian rasa.

Bisakah pisang epe beku dikirim ke luar kota?
Bisa, asalkan menggunakan kemasan styrofoam dan ice pack. Namun, pastikan pengiriman tidak lebih dari 24 jam agar kualitas pisang tetap terjaga.

Oleh-oleh dari Sulawesi Selatan bukan hanya sekadar barang, melainkan jembatan rasa yang menghubungkan perantau dengan kampung halaman. Dari roti pia yang gurih hingga songkok yang sarat tradisi, setiap pilihan memiliki cerita. Pilih sesuai selera penerima, pastikan kemasan rapi, dan jangan lupa cek kondisi sebelum dibawa pulang. Selamat berburu oleh-oleh.

Reporter: Chandra Kusuma
Back to top