Google Tunda Gemini 3.5 Pro, Performa Coding Jadi Biang Kerok Penundaan

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 08:49:01 WIB
Google mengakui Gemini 3.5 Pro belum siap dirilis karena kendala pada kemampuan coding model tersebut.

SULAWESI SELATAN — Google mengakui model AI terbarunya, Gemini 3.5 Pro, belum siap dirilis ke publik. Padahal, dalam gelaran I/O 2026 pertengahan Mei lalu, raksasa teknologi ini menjanjikan kehadiran versi Pro pada Juni. Janji itu kini meleset tanpa kepastian jadwal baru.

Kode Macet, Rilis Tertunda

Menurut laporan Bloomberg, sumber masalah utama ada pada kemampuan coding Gemini 3.5 Pro. Google disebut “mengambil waktu ekstra untuk meningkatkan kapabilitas model, khususnya dalam hal coding.”

Upaya perbaikan pun sempat dilakukan pada akhir Juni. Google memperbarui data pelatihan model untuk meningkatkan keterampilan coding-nya. Namun, hasilnya tetap mengecewakan dan memaksa tim pengembang untuk mengulang proses dari awal.

Belum jelas bagaimana performa model ini di bidang lain. Sebagai gambaran, model Gemini 3.1 Pro terakhir kali diperbarui pada Februari 2026.

Versi Flash Juga Diuji, Google Buka Suara

Dalam pernyataan resmi, Google mengatakan saat ini pihaknya sedang menguji Gemini 3.5 Pro, versi upgrade dari model Flash, dan beberapa model lainnya bersama mitra. “Kami terus mengirimkan produk dengan cepat di berbagai model sambil menjaga efisiensi biaya bagi pelanggan,” ujar juru bicara Google.

Sejak I/O 2026, pembaruan aplikasi Gemini lebih banyak difokuskan pada peningkatan pengalaman pengguna dan peluncuran agen Spark.

Ironi di Dalam: 75% Kode Baru Google Kini Buatan AI

Di balik penundaan ini, ada fakta menarik tentang penggunaan AI di internal Google. Hingga April 2026, sebanyak 75% dari seluruh kode baru di Google sudah dihasilkan oleh AI dan kemudian disetujui oleh insinyur. Angka ini melonjak signifikan dari 50% pada musim gugur tahun lalu.

Namun, upaya Google untuk memenangkan persaingan di bidang coding AI bukannya tanpa hambatan. Sejumlah mantan karyawan mengungkapkan adanya resistensi dari kalangan insinyur internal yang berpandangan purist. Mereka meyakini bahwa semua kode penting harus ditulis manual oleh manusia agar sesuai dengan standar kualitas Google.

Selain itu, para insinyur di internal juga menghadapi keterbatasan kapasitas AI pada alat-alat yang mereka gunakan. Sebuah upaya untuk “menyatukan alat coding AI internal perusahaan” saat ini tengah berlangsung.

Persaingan Internal yang Terfragmentasi

Di luar urusan internal, pengembangan alat coding AI untuk publik juga terpecah di beberapa divisi. Google DeepMind mengerjakan AI Studio, Google Cloud mengelola Vertex AI, dan tim Android sibuk dengan Android Studio. Masing-masing memiliki upaya dan fokus yang berbeda.

Penundaan Gemini 3.5 Pro ini menjadi pengingat bahwa meskipun AI bisa menulis kode dengan cepat, menyempurnakannya agar andal dan sesuai standar perusahaan sekelas Google tetaplah pekerjaan rumah yang rumit. Bagi pengembang dan pengguna AI di Indonesia, ini berarti mereka harus bersabar lebih lama untuk mendapatkan model coding yang lebih canggih dari Google.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: 9to5google.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top