SULAWESI SELATAN — Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk periode Juni 2026 mengkonfirmasi perubahan peta persaingan kendaraan elektrifikasi di Tanah Air. Volume penjualan wholesales PHEV melonjak drastis dari 512 unit di Mei menjadi 2.402 unit, atau naik hampir lima kali lipat. Pendorong utama lonjakan ini bukanlah model yang sudah eksis, melainkan pendatang baru yang langsung memborong pasar.
Model anyar BYD, M6 DM, mencatatkan penjualan wholesales sebanyak 1.825 unit di bulan pertamanya. Angka ini setara dengan 76 persen dari total pasar PHEV nasional pada Juni 2026. Pencapaian ini sekaligus menggeser posisi Chery Tiggo 8 CSH yang pada Mei 2026 menjadi model PHEV terlaris dengan 234 unit. Meski penjualan Tiggo 8 CSH naik tipis menjadi 251 unit di Juni, jaraknya terpaut sangat jauh dari BYD M6 DM.
Selain BYD M6 DM, beberapa model lain masih mencatatkan penjualan positif, meski volumenya terpaut signifikan. Berikut rincian data Gaikindo untuk 10 besar PHEV terlaris di Indonesia pada Juni 2026:
Dibandingkan bulan sebelumnya, komposisi papan atas berubah total. Pada Mei 2026, posisi puncak masih dipegang Chery Tiggo 8 CSH (234 unit), disusul Chery Tiggo 9 CSH (77 unit), dan Wuling Evision PHEV (65 unit). Kehadiran BYD M6 DM tak hanya mengubah peringkat, tetapi juga memperbesar volume pasar secara keseluruhan.
Kenaikan volume PHEV yang mencapai hampir lima kali lipat ini menunjukkan efek langsung dari pengiriman unit BYD M6 DM ke dealer-dealer di seluruh Indonesia. Sebelum Juni, pasar PHEV nasional cenderung stagnan dengan dominasi model Chery dan Wuling yang volumenya relatif kecil. Kini, dengan hadirnya MPV listrik plug-in hybrid dari BYD, konsumen memiliki opsi baru yang langsung merespon permintaan pasar. Persaingan kendaraan elektrifikasi di Indonesia memasuki fase baru dengan volume distribusi yang jauh lebih besar.