PDAM Makassar Pastikan Pasokan Air Masih Normal, Prediksi 30 Hari Hanya Skenario Kemarau Ekstrem

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 14:41:01 WIB
Plt Direktur Utama PDAM Makassar menegaskan bahwa angka 30 hari merupakan skenario proyeksi kemarau ekstrem, bukan kondisi produksi air saat ini.

MAKASSAR — Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menegaskan angka 30 hari yang disebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bukanlah kondisi produksi air saat ini. Itu adalah skenario proyeksi jika kemarau ekstrem berlangsung tanpa hujan dalam periode tertentu.

“Angka 30 hari merupakan skenario kondisional apabila kemarau ekstrem berlangsung tanpa hujan dalam periode tertentu. Itu bukan gambaran kondisi produksi air hari ini,” ujar Andi Syahrum dalam keterangan resminya, Selasa.

Empat Sumber Air Baku dengan Karakter Berbeda

PDAM Makassar tidak bergantung pada satu sumber air. Sistem penyediaan air baku berasal dari beberapa lokasi dengan kondisi yang tidak bisa disamaratakan. Bendungan Bili-Bili yang memasok Instalasi Pengolahan Air (IPA) 5 Somba Opu dan IPA 4 Maccini Sombala masih memiliki debit relatif stabil. Sementara Bendung Lekopancing menjadi sumber yang paling terdampak akibat penurunan debit musim kemarau.

Intake Manggala di Moncongloe yang melayani IPA 2 Panaikang dan IPA 3 Antang saat ini masih berkontribusi sekitar 1.200 liter per detik, meski dipengaruhi pasang surut Selat Makassar. Menurut Andi Syahrum, keberadaan beberapa sumber itu membuat penurunan debit di satu lokasi tidak otomatis menyebabkan gangguan layanan di seluruh kota.

Langkah Mitigasi: Armada Tangki hingga Rekayasa Distribusi

Untuk mengantisipasi dampak kemarau, PDAM Makassar telah menyiapkan sejumlah langkah. Rekayasa distribusi dilakukan guna mengoptimalkan pasokan ke wilayah yang berpotensi mengalami penurunan tekanan air. Armada mobil tangki juga disiagakan bagi pelanggan yang membutuhkan.

Perusahaan memperkuat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, BMKG, dan BPBD Kota Makassar dalam forum kesiapsiagaan kekeringan. Andi Syahrum menambahkan, informasi mengenai layanan akan disampaikan melalui kanal resmi PDAM agar masyarakat tidak terpengaruh kabar yang belum tentu benar.

BMKG: Musim Kemarau Berlangsung hingga Oktober

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menilai langkah antisipasi PDAM sudah tepat. Menurutnya, mencari dan mengoptimalkan sumber air baku alternatif adalah strategi penting menjaga keberlanjutan layanan di tengah penurunan debit.

“Betul, sudah tepat. Saya yakin pihak terkait akan berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terlebih PDAM Kota Makassar yang terus berupaya mencari sumber air baku,” kata Nasrol.

Ia menjelaskan, Sulawesi Selatan khususnya Kota Makassar kini memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober karena dipengaruhi El Nino. Suhu udara diprediksi berkisar 34 hingga 36 derajat Celsius dengan curah hujan rendah, sekitar 0 hingga 20 milimeter per bulan.

Nasrol mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, serta mengikuti informasi resmi perkembangan musim kemarau agar tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: suaracelebes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top