Kontroversi Penangguhan Skorsing Folarin Balogun di Piala Dunia Diakui Sang Pemain, Beri Efek Gugup ke Rekan Setim

Penulis: Chandra Kusuma  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 00:43:31 WIB
Folarin Balogun mengakui keputusan penangguhan skorsingnya di Piala Dunia menimbulkan kegugupan di antara rekan setimnya di tim nasional Amerika Serikat.

SULAWESI SELATAN — Balogun, 25 tahun, mendapatkan kartu merah langsung karena pelanggaran keras saat melawan Bosnia-Herzegovina di babak 32 besar. Seharusnya, ia otomatis menjalani skorsing satu pertandingan. Namun, komite disiplin FIFA memutuskan untuk menangguhkan hukumannya selama satu tahun.

Keputusan itu langsung menuai kecaman luas, terutama setelah terungkap bahwa Presiden AS Donald Trump dan pejabat Gedung Putih melobi FIFA terkait sanksi tersebut. UEFA bahkan menyebut langkah FIFA sebagai “belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak bisa dibenarkan.”

Balogun Akui Ada Rasa Gugup di Skuat AS

“Reaksi awal saya senang bisa kembali ke tim, tapi ketika mulai merenung, saya tahu ini akan memicu banyak kontroversi. Saya hampir bisa melihat kegugupan di antara rekan setim karena ini adalah situasi yang sangat unik,” kata Balogun kepada CBS.

Penyerang yang kini membela Monaco itu mengaku sulit mengabaikan hiruk-pikuk di luar tim. “Semakin dekat dengan pertandingan, saya berusaha fokus semaksimal mungkin, tapi itu sulit. Kebisingan dari luar sulit dihindari,” tambahnya.

Kabar Bebas Skorsing Terima di Atas Bus, Suasana Langsung Heboh

Keputusan untuk membatalkan skorsing Balogun keluar dua hari sebelum AS dikalahkan Belgia 4-1 di babak 16 besar. Balogun mengetahui kabar itu saat berada di dalam bus tim. “Semua orang berteriak dan berteriak. Perjalanan bus ke lapangan latihan jadi sangat intens,” ujarnya.

Karena sebelumnya ia tidak diikutsertakan dalam persiapan awal, situasi sempat membingungkan. “Tim berlatih tanpa saya. Saya hampir seperti memainkan peran pendukung untuk menjaga moral tetap tinggi,” kata Balogun.

Fokus Tim Tak Terganggu Meski Kalah Telak dari Belgia

Meski akhirnya kalah dan Balogun tidak mencetak gol, ia menegaskan kontroversi ini tidak mengalihkan fokus skuat asuhan Mauricio Pochettino. “Ini soal memisahkan emosi dari tugas. Kami semua profesional. Begitu pengumuman awal saya kembali ke tim terlewati, itu tidak terlalu sulit untuk dipisahkan,” tegasnya.

“Itu adalah pertandingan sulit melawan Belgia dan hal itu bisa menutupi apakah kami fokus atau tidak. Tapi dari dalam kamp dan persiapan, saya tahu konsentrasi kami penuh penuh saat memasuki pertandingan,” pungkas Balogun.

Ketua komite disiplin FIFA menolak menjawab pertanyaan BBC soal proses pengambilan keputusan yang membebaskan Balogun dari hukuman. Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya membantah memiliki pengaruh atas keputusan disipliner.

Sebagai perbandingan, pemain Inggris Jarell Quansah mendapat kartu merah serupa saat melawan Meksiko dan komite yang sama memutuskan ia harus menjalani larangan bermain dua pertandingan oleh FIFA.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: bbc.co.uk This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top