Pria Asal Rampi Ditemukan Meninggal di Kontrakan Masamba, Sempat Keluhkan Tekanan Darah Tinggi Sebelum Meninggal

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 17:12:36 WIB
Warga temukan pria paruh baya meninggal di kontrakan Masamba setelah mencium bau tidak sedap dari dalam ruangan.

LUWU UTARA — Kapolsek Masamba, Iptu Sabaruddin, membenarkan penemuan jenazah pria paruh baya yang tinggal seorang diri di rumah kontrakan tersebut. Peristiwa ini terungkap sekitar pukul 09.30 Wita saat sejumlah warga yang hendak bekerja di sekitar lokasi mencium bau tidak sedap yang kuat.

"Saksi kemudian mengintip ke dalam rumah melalui celah jendela menggunakan senter dan melihat kaki korban yang sudah dalam kondisi membusuk. Selanjutnya warga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian," ujar Iptu Sabaruddin saat dikonfirmasi.

Kondisi Korban dan Temuan di Dalam Kamar

Personel Polsek Masamba bersama Tim Inafis Polres Luwu Utara dan petugas Puskesmas Masamba tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 Wita. Karena pintu utama rumah terkunci dari dalam, petugas meminta bantuan seorang warga untuk masuk melalui pintu belakang.

Setelah berhasil membuka akses, Tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Di dalam kamar korban, petugas menemukan sejumlah obat-obatan, di antaranya Parsipen, Diclofenac Sodium, Methylprednisolone, Plantacid Forte, Mixagrip, dan Paramex.

Riwayat Penyakit Sebelum Meninggal

Berdasarkan keterangan saksi, sekitar lima hari sebelum ditemukan, korban sempat mengeluhkan penyakit tekanan darah yang kambuh. Keluhan itu disampaikan AR sepulang membeli obat.

Dari hasil olah TKP, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, pria asal Rampi itu meninggal dunia karena sakit.

"Diduga korban meninggal dunia karena sakit," kata Kapolsek Masamba.

Keluarga Tolak Autopsi, Jenazah Dimakamkan di Masamba

Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan keluarga korban yang berada di Kota Manado. Keluarga meminta agar jenazah tidak diautopsi dan dimakamkan di Masamba.

Pertimbangannya, kondisi orang tua korban yang sedang sakit keras serta jarak tempuh yang jauh ke kampung halaman. "Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi dan meminta agar jenazah dimakamkan di Masamba. Kami menghormati keputusan tersebut," ujar Iptu Sabaruddin.

Sekitar pukul 13.20 Wita, jenazah AR dievakuasi menggunakan ambulans ke ruang jenazah RSUD Andi Djemma Masamba untuk proses lebih lanjut sebelum dimakamkan.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: mediaduta.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top