IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat, Analis Bareksa Rekomendasikan Tiga Saham Ini untuk Strategi Buy on Weakness

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Senin, 13 Juli 2026 | 17:36:01 WIB
IHSG diproyeksikan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat terbatas dalam jangka pendek.

MAKASSAR — Momentum penguatan jangka pendet IHSG dinilai mulai membaik, meski indeks masih berada di bawah rata-rata pergerakan utama dan garis tren turun jangka panjang. Secara teknikal, indeks masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah rebound dari level terendah 5.318.

Mengapa Tiga Saham Ini Layak Dicermati?

Tim Analis Bareksa menilai ketiga saham tersebut memiliki peluang rebound teknikal sehingga cocok bagi investor yang mengincar perdagangan jangka pendek atau quick trade. Strategi yang direkomendasikan adalah buy on weakness, yaitu membeli saat harga mengalami koreksi.

Saham KIJA ditutup di level Rp126 setelah menguat 1,6 persen dalam sehari dan naik 7,63 persen selama lima hari terakhir. Momentum penguatan dinilai masih terjaga dengan indikator RSI di level 57,63. Analis menyarankan akumulasi pada kisaran Rp117-Rp125, dengan target harga Rp132-Rp136 dan batas cut loss di Rp116.

Sementara itu, saham ELSA menjadi salah satu yang mencatatkan penguatan paling signifikan. Saham perusahaan jasa energi tersebut ditutup di level Rp655 atau melonjak 8,26 persen dalam sehari dan naik 15,93 persen dalam lima hari terakhir. Dengan RSI di level 65,93, ELSA dinilai masih memiliki momentum positif. Investor disarankan melakukan akumulasi pada rentang Rp535-Rp645 dengan target Rp690-Rp710 dan cut loss Rp525.

Adapun saham INTP ditutup di level Rp4.500 setelah menguat 2,05 persen. Dalam lima hingga 20 hari terakhir, saham produsen semen tersebut mencatat kenaikan hampir delapan persen dengan RSI di level 57,93. Rekomendasi pembelian pada kisaran Rp4.170-Rp4.450 apabila terjadi koreksi, dengan target harga Rp4.730-Rp4.860 serta batas cut loss di Rp4.130.

Proyeksi IHSG: Sideways dengan Kecenderungan Menguat Terbatas

Selain memberikan rekomendasi saham, Bareksa juga memproyeksikan IHSG masih bergerak dalam pola sideways dengan kecenderungan menguat terbatas. Momentum jangka pendek dinilai mulai membaik seiring penguatan indikator teknikal, meski indeks masih berada di bawah moving average dan garis tren turun jangka panjang.

Jika IHSG mampu menembus area resistance di atas level 6.000 hingga 6.100, peluang penguatan menuju kisaran 6.300-6.400 akan semakin terbuka. Sebaliknya, apabila gagal mempertahankan support di level 5.600, indeks berpotensi kembali menguji area terendah sebelumnya di kisaran 5.318.

Bareksa mengingatkan bahwa rekomendasi tersebut ditujukan untuk strategi perdagangan jangka pendek. Investor tetap perlu menerapkan manajemen risiko, termasuk disiplin terhadap batas cut loss yang telah ditentukan.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: luminasia.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top