MAKASSAR — Penutupan rangkaian HUT ke-46 Dekranas di Makassar, Sulawesi Selatan, berlangsung meriah dengan penabuhan alat musik tradisional jalappa secara serentak. Tito Karnavian yang hadir langsung dalam acara tersebut menekankan bahwa keragaman budaya Indonesia menjadi keunggulan tersendiri yang harus dimaksimalkan untuk menembus pasar global.
Ketua Panitia HUT ke-46 Dekranas, Sukarniaty Kondolele, mengungkapkan bahwa perhelatan ini tidak hanya menjadi ajang pameran kerajinan. Ia menyebut acara tersebut turut menggerakkan sektor perekonomian di Makassar, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga penjualan suvenir daerah.
"Alhamdulillah seluruh kegiatan dapat terlaksanakan dengan baik, tertib, aman, dan lancar. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama dan sinergi seluruh pihak," ujar Sukarniaty dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.
Mengusung tema "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia", kegiatan ini melibatkan 203 stan yang diisi oleh Dekranasda dari berbagai provinsi, kabupaten, dan kota. Acara ini juga menjadi ruang kolaborasi antara perajin, pelaku usaha, dan pemerintah melalui workshop, talkshow, serta pertunjukan budaya.
Usai penutupan, Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian bersama rombongan meninjau sejumlah stan pameran. Ia berdialog langsung dengan para perajin dan menyaksikan beragam karya serta keunikan budaya dari berbagai daerah.
Tito Karnavian menegaskan bahwa potensi kerajinan Indonesia adalah aset yang tidak bisa dinilai dengan uang. "Acara ini menghidupkan kembali yang tidak bisa dinilai, adalah potensi kerajinan Indonesia yang harus kita jaga dan kita kembangkan," katanya.
Dengan keberagaman budaya yang dimiliki, ia optimistis produk kerajinan Indonesia mampu bersaing di kancah internasional. Pemerintah daerah pun diharapkan terus mendukung pengembangan sektor ini sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif nasional.