Laba Adhi Karya Melonjak 667%, Pelindo Tumbuh 169% – Sinyal Transformasi BUMN Mulai Terlihat

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 12:08:01 WIB
Laba PT Adhi Karya melonjak 667 persen sebagai bagian dari transformasi BUMN.

SULAWESI SELATAN — Kenaikan laba signifikan di tiga BUMN ini bukan sekadar angka di laporan keuangan. Bagi pemerintah, ini berarti setoran dividen yang lebih besar dan kemampuan investasi yang lebih kuat untuk membiayai pembangunan infrastruktur hingga subsidi energi.

Transformasi Mulai Terlihat di Laporan Keuangan

Data yang dihimpun menunjukkan, PT Adhi Karya (Persero) Tbk membukukan kenaikan laba hingga 667 persen. Sektor pupuk juga tak kalah impresif: PT Pupuk Indonesia tumbuh 202 persen. Sementara di bidang logistik maritim, PT Pelindo mencatat pertumbuhan laba sebesar 169 persen.

Pakar Komunikasi dan Manajemen, Dr. M. Fariza Y. Irawady, menilai pencapaian ini menandakan agenda transformasi di tubuh BUMN mulai berjalan ke arah yang benar. "Keuntungan yang dihasilkan BUMN harus menjadi energi baru bagi pembangunan nasional. Ketika kinerja perusahaan negara meningkat, ruang fiskal dan kemampuan investasi untuk mendukung program-program prioritas pemerintah juga makin kuat," ujarnya.

Danantara dan Peran CEO Rosan Roeslani

Fariza secara spesifik menyoroti kinerja Danantara, induk holding BUMN yang dipimpin CEO Rosan Roeslani. Menurutnya, pertumbuhan laba ini menjadi bukti bahwa tata kelola perusahaan negara sedang diperbaiki dari hulu. "Ini modal penting untuk memperkuat daya saing BUMN sekaligus mendukung pembiayaan berbagai program strategis pemerintah dan menjadi fondasi penting bagi masa depan ekonomi Indonesia," kata Fariza.

Pandangan senada disampaikan Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria. Ia menegaskan bahwa tren peningkatan laba ini adalah hasil nyata dari efisiensi dan perbaikan tata kelola. "Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi BUMN mulai memberikan hasil yang nyata," jelas Dony.

Tantangan ke Depan: Konsistensi dan Tata Kelola

Meski optimistis, Dony Oskaria mengingatkan bahwa pekerjaan rumah masih menanti. Tantangan terbesar ke depan adalah menjaga konsistensi transformasi dan memastikan tata kelola perusahaan tetap transparan.

"Yang penting ke depan adalah menjaga konsistensi, memperkuat tata kelola dan memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik berbasis data, fakta, serta kondisi riil di lapangan," pungkasnya.

Dengan kinerja yang mulai membaik, BUMN kini memiliki modal lebih besar untuk bersaing di pasar global sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi nasional yang lebih stabil.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: suaradewata.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top