SIDRAP — Jaringan irigasi yang sudah setengah abad tidak pernah diperbaiki akhirnya mendapat perhatian pemerintah. Kepala Satuan Kerja Non-Vertikal Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (SNVT PIPA) Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Andi Faizal Fahrial, menyebut kolaborasi ini digenjot cepat demi swasembada pangan.
"Kami titip, mari kita jaga bersama aset irigasi ini. Kalau airnya lancar, maka produktivitas padi Sidrap sebagai lumbung pangan Sulsel akan semakin meningkat," kata Andi melalui siaran persnya, Jumat.
Pekerjaan tahap pertama mencakup rehabilitasi saluran irigasi sepanjang 12,5 kilometer. Ruas yang menjadi prioritas meliputi BSI19, BSI20A, BSI20, BSI21 hingga BSI23. Fokus rehabilitasi ditentukan berdasarkan koordinasi dengan Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) serta kelompok tani setempat.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengungkapkan, kondisi saluran sudah sangat memprihatinkan. Sedimentasi, sampah, dan kerusakan di banyak titik membuat distribusi air ke lahan pertanian tidak optimal.
"Sudah kurang lebih 50 tahun tidak pernah dilakukan rehabilitasi. Hari ini menjadi tonggak sejarah baru. Kita mulai perbaikan itu kembali," ujarnya.
Selain proyek rehabilitasi DI, pemerintah juga merencanakan pembangunan Bendung Torere di Desa Corawali dan Kelurahan Bilokka pada 2026-2028. Bendung ini dianggarkan Rp43 miliar untuk mengairi 1.025 hektare sawah di Kecamatan Tellu Limpoe dan Panca Lautang.
Program Optimasi Lahan (Oplah) Non Rawa juga tengah memasuki tahap penyediaan jaringan listrik. Sementara itu, irigasi perpompaan (Irpom) akan dibangun di Lajonga dan Elle Salewo dengan anggaran sekitar Rp4 miliar.
Bupati Syaharuddin meminta Dinas PSDA, tim pelaksana, dan seluruh pihak terkait mengawal pekerjaan agar berjalan cepat dan tepat sasaran. Ia menekankan, apabila ada kendala, jangan dibuat masalah tapi cari solusinya.
Sebelumnya, sosialisasi rehabilitasi DI digelar di Kelurahan Lajonga, Kecamatan Panca Lautang. Acara dihadiri Bupati Sidrap, perwakilan SNVT PIPA, PPK Irigasi dan Rawa, Dinas PSDA, Bapperida, Intel Kejari Sidrap, camat, lurah, kapolsek, kepala desa, tokoh masyarakat, kelompok tani, dan petani.
Peluang untuk usulan rehabilitasi jaringan irigasi tahap kedua masih terbuka. Pemerintah berharap seluruh saluran induk irigasi dapat dituntaskan pembangunannya secara bertahap.