Sawah di Pinrang Terancam Kekeringan, Petani Dusun Kanarie Desak Bantuan Pompanisasi Sebelum Gagal Panen

Penulis: Aditya Nugraha  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 23:12:01 WIB
Petani Dusun Kanarie, Pinrang, mendesak bantuan pompanisasi untuk mengatasi kekeringan sawah.

PINRANG — Harapan petani di Dusun Kanarie, Desa Labalakang, Kecamatan Lanrisang, kini hanya tertuju pada bantuan pompanisasi. Pasalnya, areal persawahan di wilayah itu mulai kesulitan mendapatkan pasokan air seiring masuknya musim kemarau.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya penurunan hasil panen hingga gagal panen. Padahal, Kabupaten Pinrang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan.

Jika tidak segera ditangani, kekeringan dikhawatirkan mengancam produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah. Para petani pun mendesak pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian turun langsung ke lapangan.

Pompanisasi Jadi Andalan agar Air Sampai ke Sawah

Salah seorang petani, Ahmad, mengungkapkan bahwa sawah yang menjadi sumber penghidupan warga kini mulai kering. Ia berharap pemerintah segera mengirimkan bantuan pompa air agar irigasi bisa berjalan kembali.

“Kami sangat berharap pemerintah segera memberikan bantuan pompanisasi agar air bisa dialirkan ke sawah. Kalau dibiarkan terus, hasil panen pasti menurun, bahkan bisa gagal panen,” ujarnya kepada wartawan.

Selain pompa, petani juga meminta perbaikan dan optimalisasi jaringan irigasi. Menurut mereka, distribusi air ke lahan pertanian harus berjalan maksimal agar produksi padi tetap terjaga.

Respons Cepat Diperlukan demi Menjaga Pasokan Beras

Para petani mendesak Pemerintah Kabupaten Pinrang bersama Kementerian Pertanian segera melakukan peninjauan ke lokasi. Langkah cepat dinilai krusial karena Pinrang merupakan daerah penopang utama produksi beras di Sulawesi Selatan.

Keterlambatan penanganan, kata mereka, berpotensi mengurangi hasil panen, menekan pendapatan petani, dan mengganggu pasokan pangan. Jeritan warga Dusun Kanarie pun diharapkan tak berhenti sebagai keluhan belaka.

Kini, petani hanya berharap solusi nyata hadir melalui bantuan pompanisasi, penguatan irigasi, atau program penanganan kekeringan lainnya. Mereka ingin sawah tetap produktif dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga. (Bayu)

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: penarakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top