TANA TORAJA — Tri Tito Karnavian menegaskan bahwa tenun Tana Toraja bukan sekadar kain, melainkan identitas budaya yang harus dilindungi dan dikembangkan. Dalam sambutannya, ia menyebut wastra ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
"Oleh sebab itu, tentu mengandung motif-motif ataupun filosofi yang berkaitan dengan kepercayaan, dan status sosial masyarakat di Tana Toraja ini. Sehingga ada motif-motif yang memang harus dijaga kelestariannya," kata Tri di hadapan para perajin yang mengikuti pelatihan.
Kegiatan bertajuk "Pelatihan Pembuatan dan Pemanfaatan Pewarna Alami" ini digelar Dekranasda Tana Toraja. Tri menekankan, di tengah derasnya arus modernisasi fesyen, tenun Toraja harus beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.
Menurutnya, wastra tidak hanya dilestarikan sebagai warisan, tetapi juga dikembangkan sebagai sumber ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan. "Secara global menjadi sumbangan (ekonomi) dari UMKM khususnya kerajinan. Karena ini masuk ekonomi kreatif, pasti kita ingin ini menjadi suatu sumber ekonomi yang unggul," ungkapnya.
Tri berharap pelatihan ini melahirkan lebih banyak inovasi yang berangkat dari kekayaan motif Toraja. Ia mengakui, ada motif-motif khusus yang berkaitan dengan kepercayaan dan status sosial yang tidak boleh diubah sembarangan.
Namun, pengembangan variasi motif dan teknik produksi tetap diperlukan agar produk semakin diminati pasar. "Agar tidak diambil oleh produsen-produsen yang mungkin ingin memperbanyak produk ini, namun kemudian tidak memberikan nilai ekonomi kepada pemerintah daerah," tegas Tri soal pentingnya perlindungan indikasi geografis.
Selain tenun, Tana Toraja dinilai memiliki produk kriya lain yang berpotensi menembus pasar internasional. Daerah ini sudah dikenal sebagai penghasil kopi premium. Kekayaan budaya menjadi nilai tambah yang dapat mendongkrak sektor pariwisata sekaligus perekonomian warga.
"Ini juga sebagai bentuk sumber pendapatan lagi. Tidak hanya kepada pendapatan daerah tapi juga pendapatan masyarakat," tandas Ketua Harian Dekranas itu.