MAKASSAR — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Lutim menggelar sosialisasi penghentian penangkapan ikan ilegal di Danau Towuti. Kegiatan ini menjadi sinyal pergeseran pendekatan dari persuasif menuju tindakan represif di lapangan.
Danau Towuti, salah satu danau purba tertua di Indonesia, memiliki keanekaragaman hayati yang unik. Spesies endemik yang hidup di dalamnya tidak ditemukan di belahan dunia lain. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Lutim, Andi Juanna Fachruddin, menegaskan bahwa aset ekologis ini harus dilindungi.
“Praktik penangkapan ikan secara ilegal, terutama menggunakan alat setrum, harus dihentikan total. Dampaknya sangat fatal karena langsung mengancam kelestarian ekosistem dan populasi ikan endemik Danau Towuti dalam jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Makassar, Rabu.
Kasat Polairud Polres Lutim Iptu Agusmawan yang hadir sebagai narasumber memaparkan regulasi hukum dan sanksi pidana berat bagi para pelaku. Menurutnya, penggunaan setrum dan racun tidak hanya melanggar undang-undang perikanan, tetapi juga memicu kepunahan massal fauna endemik.
“Kerusakan habitat akibat penggunaan setrum dan racun dikhawatirkan memicu kepunahan massal fauna endemik yang tidak dapat diperbarui dan itu melanggar hukum,” kata Agusmawan.
Ia menambahkan, sinergi antara Pemkab dan Polairud menandai bahwa penanganan ilegal fishing di Danau Towuti kini bergeser ke aksi penegakan hukum yang lebih konkret. Ke depan, patroli dan operasi akan digencarkan untuk menjerat para pelaku.
Sosialisasi itu turut dihadiri Kepala Dinas Perikanan Luwu Timur, perwakilan Syahbandar, Kepala Bidang Perikanan Tangkap, unsur Pemerintah Kecamatan Towuti, serta perwakilan kelompok nelayan setempat. Pemkab Luwu Timur berharap melalui edukasi dan kolaborasi lintas sektor ini, angka pelanggaran di perairan danau dapat ditekan secara signifikan.
Langkah ini menjadi penting mengingat Danau Towuti bukan hanya sumber kehidupan bagi nelayan, tetapi juga warisan alam yang harus dijaga untuk generasi mendatang. Dengan adanya keterlibatan langsung Polairud, para pelaku ilegal fishing diharapkan berpikir ulang sebelum merusak ekosistem danau purba tersebut.