SULAWESI SELATAN — Tuchel memberikan jatah libur dua hari penuh kepada skuad The Three Lions sejak laga di Mexico City pada Minggu lalu. Kemenangan di Stadion Azteca itu disebut-sebut sebagai penampilan terbaik Inggris di Piala Dunia sejak final tahun 1966.
Para pemain diizinkan meninggalkan markas mereka di Prairie Village, dekat Kansas City. Banyak dari mereka memanfaatkan waktu ini untuk bertemu pasangan dan anak-anak, jauh dari tekanan kamp pelatihan.
Kekhawatiran muncul terkait kondisi fisik pemain. Pertandingan di Azteca dimainkan di dataran tinggi yang menguras energi, ditambah jadwal padat empat laga sebelumnya di turnamen.
Sumber internal tim mengungkapkan bahwa sesi latihan terakhir jelang laga kontra Meksiko lebih bersifat walkthrough formasi tim. Tuchel sengaja mengurangi beban fisik demi menjaga kebugaran pemain untuk babak perempat final.
“Laga di Azteca sangat menguras mental dan fisik. Kami harus pintar-pintar mengatur energi,” demikian pernyataan dari salah satu staf pelatih yang dikutip media Inggris.
Kebijakan libur dari Tuchel tidak hanya berlaku pada siang hari. Para pemain diizinkan untuk tetap berada di luar kamp hingga malam hari, termasuk makan malam bersama pasangan.
Mereka dijadwalkan kembali ke tempat pemusatan latihan pada Rabu pagi untuk sesi latihan perdana jelang laga hidup-mati melawan Norwegia. Pertandingan perempat final tersebut akan digelar di Miami pada Sabtu mendatang.
Tuchel dinilai semakin sadar akan pentingnya konservasi energi di fase gugur. Dengan hanya tersisa tiga laga menuju final, manajer asal Jerman itu ingin memastikan skuadnya tetap segar secara fisik dan mental.
Langkah memberikan waktu istirahat di luar kamp dianggap sebagai strategi yang tepat. Para pemain dapat melepas penat sebelum kembali fokus pada target utama: membawa pulang trofi Piala Dunia.