SIDRAP — Nama Kabupaten Sidenreng Rappang selama puluhan tahun identik dengan hamparan sawah dan peternakan ayam petelur. Namun dalam beberapa tahun terakhir, daerah berjuluk Bumi Nene Mallomo ini mulai berbenah. Sektor pertanian tetap menjadi "kapten tim", namun mesin ekonomi kini digerakkan oleh kombinasi UMKM, energi terbarukan, hingga pariwisata.
Data pemerintah daerah mencatat ada sekitar 400 usaha peternakan dan ratusan unit industri pengolahan yang menopang perekonomian. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai ratusan miliar rupiah turut membuka peluang bagi ribuan pelaku UMKM, mulai dari perdagangan hingga industri rumah tangga.
Ikon paling mencolok dari perubahan wajah Sidrap adalah PLTB Sidrap yang berdiri megah di perbukitan. Deretan turbin raksasa itu tidak hanya memasok energi listrik, tetapi juga menjadi salah satu objek wisata paling populer di Sulawesi Selatan. Pemerintah daerah terus mendorong sektor ini sebagai sumber pertumbuhan ekonomi alternatif di luar sektor pangan.
Selain PLTB, Danau Sidenreng masih menjadi magnet wisata alam dengan panorama khas dan kehidupan masyarakat pesisir danau yang unik. Di wilayah utara, kawasan Sungai Tangnga mulai diperkenalkan sebagai destinasi wisata alam baru dengan suasana pegunungan dan aliran sungai yang masih alami.
Sidrap tak hanya unggul di sektor ekonomi. Terbaru, daerah ini sukses menjadi tuan rumah sekaligus keluar sebagai juara umum dalam ajang Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026. Prestasi itu menjadi bukti bahwa pembangunan fisik berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kontingen Sidrap mendominasi sejumlah cabang lomba dan olahraga, mengungguli banyak daerah lain di Sulawesi Selatan. Ini menunjukkan bahwa fokus pada pendidikan mulai membuahkan hasil nyata.
Perkembangan Sidrap juga ditopang pembangunan infrastruktur yang terus berlangsung, terutama perbaikan jalan dan konektivitas antarwilayah. Keberadaan jalur strategis yang menghubungkan Sidrap dengan Parepare, Pinrang, Enrekang, Wajo, hingga Makassar menjadikan daerah ini sebagai salah satu simpul ekonomi penting di kawasan tengah Sulawesi Selatan.
Dengan kekuatan di sektor pangan, peternakan, energi terbarukan, pendidikan, dan pariwisata, Sidrap perlahan menjelma menjadi pusat pertumbuhan baru di Sulawesi Selatan. Daerah yang melahirkan filosofi kejujuran Nene Mallomo itu membuktikan bahwa pembangunan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian identitas dan potensi lokal.