Netflix Mulai Uji Coba Video Pendek 2-20 Menit dari Variety, Rolling Stone, dan Penerbit Lain

Penulis: Chandra Kusuma  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 03:52:01 WIB
Netflix mulai uji coba konten video pendek dari penerbit digital ternama di enam negara.

SULAWESI SELATAN — Netflix kembali melakukan eksperimen konten dengan menghadirkan format video pendek dari berbagai penerbit digital ternama. Mulai 3 Agustus 2025, pelanggan di enam negara akan bisa menonton klip berita, gaya hidup, tutorial memasak, hingga wawancara selebritas yang sebelumnya hanya beredar di platform web.

Daftar Penerbit dan Konten yang Hadir

Kemitraan ini melibatkan nama-nama besar seperti BuzzFeed Studios, Condé Nast, Hearst Magazines, People Inc., Tastemade, dan Penske Media PMX yang menaungi Variety, The Hollywood Reporter, Billboard, Eater, Rolling Stone, dan IndieWire. Setiap penerbit akan menyumbangkan konten arsip maupun seri terbaru mereka.

Beberapa judul yang sudah dikonfirmasi antara lain "30 Questions" dan "Tasty" dari BuzzFeed Celeb, "Lie Detector Test" dari Vanity Fair, "Walking Tour" dari Architectural Digest, "Burning Questions" dari Harper’s Bazaar, "24 Hours" dari Billboard, "My Life in Pictures" dari People, "Travel Unfiltered" dari Travel + Leisure, serta "Struggle Meals" dari Tastemade. Netflix berjanji akan menambahkan lebih banyak penerbit seiring waktu.

Strategi Netflix Menghadapi Persaingan dengan TikTok

Langkah ini bukan tanpa alasan. Laporan Bloomberg pekan ini mengungkapkan bahwa Netflix kesulitan mempertahankan penonton di antara musim pertama dan kedua serial andalannya. Tingkat pembatalan langganan yang tinggi, jeda antar musim yang panjang, serta kualitas yang tidak konsisten menjadi penyebab utama.

Lebih dari itu, Netflix kini harus bersaing dengan YouTube dan TikTok yang sudah menguasai kebiasaan menonton video pendek. Sebelumnya, Netflix sudah meluncurkan fitur "Clips" bergaya TikTok yang menampilkan cuplikan singkat dari film dan serial untuk menarik minat penonton. Namun, fitur tersebut tetap dirancang untuk mengarahkan pengguna ke tontonan yang lebih panjang.

Kemitraan dengan penerbit ini justru membawa konten pendek sebagai produk utuh di platform, bukan sekadar alat promosi. Durasi video bervariasi—ada yang hanya 2-3 menit, ada pula yang lebih dari 20 menit—memberi fleksibilitas bagi pengguna yang ingin menonton sesuatu yang cepat tanpa harus berkomitmen pada episode penuh.

Uji Coba Berisiko Rendah untuk Konten Buatan Sendiri

Bagi Netflix, kerja sama ini adalah cara berbiaya rendah untuk menguji apakah audiensnya tertarik pada konten berita, panduan, dan format pendek lain yang biasanya lebih murah dan cepat diproduksi dibanding serial naskah. Jika berhasil, bukan tidak mungkin Netflix akan mengembangkan konten serupa secara internal di masa depan, meskipun perusahaan belum mengonfirmasi rencana tersebut.

John Derderian, VP of Animation Series + Kids & Family TV Netflix yang mengawasi proyek ini, menjelaskan motivasi di balik langkah tersebut. "Anggota tidak hanya ingin menonton acara atau film lalu pergi—mereka ingin terus menjelajahi cerita dan tokoh yang mereka sukai lama setelah kredit akhir bergulir. Kemitraan ini membantu kami memperdalam fandom dan menciptakan lebih banyak cara bagi anggota untuk membawa cerita-cerita itu bersama mereka sepanjang hari," ujarnya dalam pernyataan resmi.

Kapan Hadir di Indonesia?

Sampai saat ini, Netflix belum mengumumkan perluasan konten video pendek ini ke pasar Asia, termasuk Indonesia. Uji coba tahap awal hanya mencakup Amerika Utara, Inggris Raya, Irlandia, Australia, dan Selandia Baru. Belum ada jadwal pasti kapan pengguna di Tanah Air bisa menikmati konten dari Variety, Rolling Stone, atau BuzzFeed langsung di layar Netflix mereka.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top