MAKASSAR — Untuk pertama kalinya dalam sejarah, puncak perayaan HUT Dekranas digelar di dalam pusat perbelanjaan. Panitia memilih Trans Studio Mall Makassar sebagai lokasi utama dengan pertimbangan potensi jumlah pengunjung yang tinggi, mencapai 20 ribu hingga 40 ribu orang pada akhir pekan.
Ketua Harian Panitia HUT ke-46 Dekranas, Dr. Sukarniaty Kondolele, menjelaskan pemilihan mal sebagai lokasi pameran merupakan strategi untuk mendekatkan produk wastra dan kriya dengan masyarakat, terutama generasi muda.
"Kami sengaja memilih mal karena ingin produk wastra dan kriya lebih mudah dijangkau masyarakat. Pengunjungnya lebih beragam, termasuk generasi muda, sehingga promosi produk UMKM bisa lebih efektif," ujar Sukarniaty dalam konferensi pers di Claro Makassar, Selasa (7/7).
Mengusung tema 'Cipta Kriya Berkelanjutan, Pengrajin Mendunia', acara ini tidak hanya menjadi ajang pameran. Panitia menyiapkan rangkaian kegiatan seperti talkshow, workshop, diskusi pengembangan UMKM, dan edukasi ekonomi digital bagi para perajin.
"Harapan kami, UMKM wastra dan kriya tidak hanya naik kelas di tingkat nasional, tetapi juga mampu berkiprah di pasar internasional. Itulah makna dari tema Perajin Mendunia," kata Sukarniaty.
Selain pameran, panitia juga menyiapkan pertunjukan budaya yang melibatkan seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Rangkaian acara akan dimeriahkan dengan malam budaya yang dipadukan dengan motivasi spiritual.
Puncak acara akan berlangsung pada 10 Juli 2026 dengan pembukaan resmi oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming. Sebelum menghadiri pembukaan, ia dijadwalkan terlebih dahulu meninjau lokasi pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar Makassar.
Dengan lokasi di pusat perbelanjaan, panitia memproyeksikan transaksi ekonomi yang signifikan. Pada hari biasa, Trans Studio Mall dikunjungi sekitar 5 ribu hingga 7 ribu orang, sementara akhir pekan bisa mencapai 40 ribu pengunjung.
"Potensi itu kami harapkan dapat meningkatkan transaksi ekonomi sekaligus memperluas pengenalan produk-produk kriya dan wastra kepada masyarakat," ucap Sukarniaty.
Acara ini juga menjadi momentum bagi Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah untuk memperkenalkan kekayaan wastra dan kriya daerah sekaligus membuka peluang kolaborasi antardaerah.