SULAWESI SELATAN — ITB kembali membuka peluang bagi akademisi untuk bergabung sebagai dosen tidak tetap. Rekrutmen ini tidak hanya menyasar kampus utama di Ganesha, tetapi juga multikampus ITB di Jatinangor, Cirebon, dan Jakarta. Bagi lulusan S2 dan S3 yang mencari pengalaman mengajar di perguruan tinggi negeri bereputasi, ini adalah kesempatan yang patut dipertimbangkan.
ITB membuka formasi di sembilan fakultas dan sekolah. Kuota sementara bervariasi, dengan jumlah terbanyak ada di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) yang membutuhkan hingga 10 dosen. Berikut rincian formasi dan link kualifikasi masing-masing unit:
Pelamar wajib memenuhi sejumlah persyaratan ketat. Untuk jenjang S2, IPK minimal S1 adalah 3,00 dan IPK minimal S2 adalah 3,25 dari skala 4,00. Gelar sarjana dan magister harus berasal dari perguruan tinggi luar negeri bereputasi, atau dalam negeri yang terakreditasi internasional, Unggul, atau A pada saat kelulusan.
Bagi pelamar S3, IPK minimal S1 adalah 3,00 dan S2 adalah 3,25. Calon yang akan lulus S3 paling lambat 1 Mei 2027 tetap bisa mendaftar dengan melampirkan surat pernyataan sesuai format panitia. Semua pelamar harus memiliki sertifikat ELPT ITB minimal 77 atau TOEFL ITP minimal 475, serta TPA Bappenas minimal 475 yang masih berlaku.
ITB mensyaratkan pelamar tidak sedang menjalani ikatan dinas, bukan anggota/pengurus partai politik, dan tidak terlibat politik praktis. Pengalaman kerja di bidang relevan menjadi nilai tambah. Pelamar juga harus bersedia ditempatkan di seluruh multikampus ITB: Ganesha, Jatinangor, Cirebon, atau Jakarta.
Pendaftaran dibuka hingga 4 Agustus 2026. Informasi lebih lanjut dan formulir pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi rekrutmen ITB. Pastikan semua dokumen persyaratan, termasuk hasil tes bahasa Inggris dan TPA, telah siap sebelum mendaftar.