MAKASSAR — Euforia Piala Dunia 2026 tidak hanya bisa dirasakan melalui tayangan visual. RRI Makassar menghadirkan program Dengar Bareng (Debar) yang memungkinkan penyandang disabilitas netra di Sulawesi Selatan menikmati setiap momen pertandingan melalui siaran radio.
Kegiatan ini digelar bersama Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Sulawesi Selatan. "Antusias teman-teman sangat tinggi. Ini menjadi pengalaman baru bagi kami untuk dengar bareng," kata Koordinator Biro Advokasi dan Riset Pertuni Sulsel, Nabila May Sweetha, dalam perbincangan dengan Pro3 RRI, Senin lalu.
Menurut Nabila, kunci utama dari program ini adalah cara penyampaian informasi yang berbeda. Pertandingan dideskripsikan secara ekspresif oleh komentator bola, ditambah laporan real-time dari reporter yang berada di stadion.
"Jadi pertandingannya didengarkan melalui siaran radio dengan narasi yang ekspresif. Ditambah dengan adanya komentator bola dan reporter yang melakukan laporan langsung," jelasnya.
Penyandang disabilitas netra memiliki cara tersendiri dalam menikmati sepak bola. Kehadiran suara reporter dan komentator membantu mereka membayangkan situasi di lapangan secara lebih hidup.
Debar Piala Dunia 2026 merupakan program inklusif yang memungkinkan masyarakat menikmati keseruan pertandingan melalui siaran pandangan mata atau deskripsi audio khas radio. RRI Makassar menghadirkan kegiatan ini sebagai bentuk komitmen menghadirkan akses hiburan bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
Nabila menambahkan, RRI telah menyediakan sarana yang memungkinkan penyandang disabilitas netra ikut merasakan euforia Piala Dunia secara langsung. "RRI memberikan akses informasi sekaligus menyediakan sarana agar teman-teman netra bisa menikmati pertandingan," ujarnya.
Program ini menjadi bukti bahwa siaran radio tetap relevan sebagai media yang mampu menjangkau kelompok rentan dan memberikan pengalaman sensorik yang mendalam. Ke depan, Pertuni berharap kegiatan serupa bisa terus digelar secara reguler.