MAKASSAR — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi menegaskan bahwa bantuan yang diberikan bukan sekadar alat produksi, melainkan bagian dari upaya sistematis meningkatkan keterampilan dan produktivitas perempuan di Sidrap. Ia menyebut kolaborasi antara pemprov dan pemkab menjadi kunci percepatan kesejahteraan masyarakat.
Peningkatan jumlah bantuan pada tahun ini merupakan respons langsung terhadap kebutuhan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Sidrap. Menurut Fatmawati, permintaan agar lebih banyak kelompok UPPKA mendapatkan dukungan sarana usaha menjadi pertimbangan utama penambahan alokasi.
"Yang kita harapkan bukan hanya bantuan diterima, tetapi bagaimana bantuan itu mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan melahirkan UMKM yang semakin berkembang," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Makassar, Jumat.
Bantuan yang disalurkan terdiri dari dua kategori. Pertama, peralatan jahit berupa 50 unit mesin obras dan 50 unit mesin jahit yang ditujukan untuk mengembangkan usaha konveksi skala rumah tangga. Kedua, bibit cabai yang diharapkan mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha agribisnis bagi kelompok UPPKA.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyambut baik perhatian Pemprov Sulsel. Ia menilai bantuan ini akan memperkuat produktivitas masyarakat dan mendorong tumbuhnya usaha-usaha baru yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
Fatmawati memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap yang dinilai konsisten menghadirkan program-program inspiratif. Ia menyebut inovasi pembangunan di daerah tersebut menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain di Sulawesi Selatan.
"Kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menjadi modal penting dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Fatmawati.
Kelompok UPPKA sendiri merupakan wadah pemberdayaan ekonomi bagi keluarga akseptor program Keluarga Berencana. Melalui bantuan modal usaha dan pelatihan, kelompok ini diharapkan mampu mandiri secara finansial dan berkontribusi pada ekonomi lokal.