SIDRAP — Suasana haru dan syukur memenuhi halaman Rumah Jabatan Bupati Sidrap saat rombongan jemaah haji Kloter 40 tiba pada Rabu subuh. Bupati Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Nurkanaah memimpin langsung penyambutan para tamu Allah yang baru kembali dari Tanah Suci.
Kloter 40 tidak hanya membawa pulang jemaah asal Sidrap. Sebanyak 22 jemaah asal Maros dan 4 jemaah asal Parepare juga ikut dalam rombongan yang sama. Mereka semua diterima dengan protokol penyambutan yang hangat oleh jajaran Forkopimda dan keluarga masing-masing.
Dalam sambutannya, Syaharuddin menyebut tahun ini sebagai catatan sejarah bagi Sidrap. Jumlah jemaah yang diberangkatkan pada musim haji 2026 merupakan yang terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun ini merupakan sejarah bagi Kabupaten Sidrap. Jumlah jemaah haji yang diberangkatkan menjadi yang terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Syaharuddin di hadapan para jemaah dan undangan.
Total calon jemaah haji asal Sidrap pada musim ini mencapai 867 orang. Bupati menargetkan angka tersebut bisa tembus lebih dari 1.000 jemaah pada musim haji mendatang.
“Kami akan terus mengupayakan agar kuota haji Kabupaten Sidrap bertambah. Insyaallah, tahun depan kita perjuangkan bisa mencapai lebih dari seribu jemaah,” katanya.
Syaharuddin juga mengimbau masyarakat yang berencana menunaikan ibadah haji agar mendaftar di Kabupaten Sidrap. Menurutnya, kuota haji Sidrap termasuk yang terbesar di Sulawesi Selatan.
Hal itu, lanjut dia, memberikan peluang lebih besar bagi warga untuk mendapatkan jadwal keberangkatan lebih cepat dibandingkan daerah lain. Pemerintah daerah berkomitmen terus memperjuangkan peningkatan kuota dari pemerintah pusat.
Dalam kesempatan yang sama, Syaharuddin berpesan agar para jemaah dapat mempertahankan nilai-nilai ibadah yang diperoleh selama menjalankan rangkaian haji. Ia berharap mereka menjadi teladan di tengah masyarakat dengan mengedepankan semangat persaudaraan, keikhlasan, dan akhlak mulia.
Turut hadir dalam penyambutan tersebut unsur Forkopimda, Kepala Kementerian Haji dan Umrah, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Sidrap, serta sanak keluarga jemaah yang sudah menanti sejak malam.