BANTAENG — Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin bersama Plt Direktur RSUD Prof. Anwar Makkatutu dr. Yusri Lisangan meresmikan logo, visi-misi, serta lagu mars rumah sakit dalam sebuah acara di aula lantai 8 rumah sakit setempat. Dari total 27 inovasi yang telah disiapkan, sebanyak tujuh layanan baru resmi diperkenalkan pada kesempatan tersebut.
Bupati menyebut rumah sakit kebanggaan masyarakat Bantaeng itu kini menunjukkan progres signifikan. “Suatu kesyukuran karena Alhamdulillah RSUD Prof. Anwar Makkatutu ini dari hari ke hari memperlihatkan progres yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Inovasi pertama adalah DIKEPOIN, sistem digital pengelolaan data kepegawaian secara terintegrasi. Lalu ada SATSET LAPOR yang dirancang untuk memperkuat tata kelola aset rumah sakit melalui sinkronisasi dan evaluasi.
Untuk edukasi masyarakat, rumah sakit meluncurkan WASIAT SEHAT, sebuah kanal WhatsApp yang menyebarkan informasi kesehatan. Sementara itu, LAPOR PAK DIR membuka jalur komunikasi langsung antara pasien atau pegawai dengan direktur rumah sakit.
Dua inovasi lain menyasar efisiensi layanan. PASTI SERASI mempercepat proses administrasi hingga pengambilan obat, sedangkan POLIINOVASI menjadi pusat penampungan ide dan literasi bagi pegawai. Yang unik, PESONA EMAS mengolah sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi.
Meskipun ukurannya tidak sebesar rumah sakit lain di provinsi, Bupati menegaskan RSUD Prof. Anwar Makkatutu telah menjadi favorit masyarakat di wilayah selatan Sulawesi Selatan. “Ini adalah potensi besar yang harus terus kita kembangkan,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada dr. Sultan yang disebut telah menanamkan pondasi kuat bagi rumah sakit, serta dr. Yusri Lisangan yang dinilai mempercepat kemajuan institusi tersebut.
Pemerintah Kabupaten Bantaeng berencana menghadirkan layanan urologi dalam waktu dekat. Bupati mengungkapkan layanan tersebut saat ini belum tersedia di wilayah selatan Sulawesi Selatan.
“Kalau layanan ini bisa segera kita hadirkan, insyaallah akan menjadi layanan pertama dan satu-satunya di Sulawesi Selatan,” pungkasnya. Langkah ini diyakini akan semakin memperkuat posisi RSUD Prof. Anwar Makkatutu sebagai pusat layanan kesehatan unggulan di kawasan tersebut.