MAKASSAR — Kompetisi asah otak berskala nasional itu berlangsung di Ballroom B-C Hotel Four Points by Sheraton Makassar. Para peserta dari tingkat TK hingga SD bertarung di berbagai kategori, termasuk kelas paling bergengsi: Grand Level Aljabar.
Dalam pidato penutupannya, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menekankan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang menguji ketangkasan akademik. “Lebih dari itu, ajang ini melatih mentalitas, konsentrasi tingkat tinggi, kedisiplinan, ketelitian, serta mental petarung yang sehat sejak dini,” ujarnya.
Aliyah menambahkan, kepercayaan menjadi tuan rumah agenda pendidikan nasional ini menjadi suntikan motivasi bagi Pemkot Makassar. “Inilah bentuk investasi terbaik dan riil kita dalam menyambut bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Ia juga berpesan kepada ratusan anak-anak peserta agar tidak berkecil hati jika belum berhasil membawa pulang piala. Menurutnya, esensi kemenangan sejati adalah transformasi karakter anak menjadi pribadi yang lebih tangguh.
Kesuksesan agenda tahunan ini didukung penuh oleh orang tua wali murid dan guru pembimbing dari berbagai penjuru tanah air. Pemkot Makassar berkomitmen membuka ruang kolaborasi eksternal untuk merangsang inovasi pendidikan nasional.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam penutupan UCMAS 2026, antara lain Direktur UMC-UCMAS Indonesia Diploma Engineering Iwan Sugiarto bersama Susanti Salim, S.H., Ketua Pembina UCMAS National Competition 2026 Hj. A. Batari Toja Ansar, dan Ketua Panitia Pelaksana Ludiati Bumbungan, S.T. Delegasi kewilayahan dari para owner franchise UCMAS se-Indonesia serta jajaran Dinas Pendidikan juga turut hadir.
Dengan mengusung slogan Makassar Kota Dunia, rampungnya UCMAS National Competition 2026 diharapkan menjadi pemantik lahirnya kebijakan pendidikan baru berbasis digitalisasi dan logika kuat. Ajang ini sekaligus memastikan anak-anak Makassar mampu bersaing di kancah kompetisi sains internasional.