Pemkot Makassar Normalisasi Drainase dan Trotoar di 8 Titik Bekas PKL, Target Genangan Berkurang Sebelum Musim Hujan

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Senin, 29 Juni 2026 | 14:38:01 WIB
Tim Satgas Drainase Pemkot Makassar melakukan normalisasi saluran air di delapan titik bekas PKL.

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) tidak hanya berhenti pada pembongkaran bangunan liar dan lapak PKL. Kini, tim Satgas Drainase diterjunkan untuk menormalisasi saluran air dan memperbaiki trotoar di kawasan yang sebelumnya padat oleh bangunan ilegal.

Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan bahwa penataan kota harus menyeluruh. Setelah penertiban, langkah selanjutnya adalah memastikan infrastruktur dasar kembali berfungsi optimal.

"Sebagai tindak lanjut dari penertiban bangunan yang berdiri di atas saluran drainase, kami langsung melakukan normalisasi agar kapasitas drainase kembali optimal dan aliran air menjadi lebih lancar," kata Zuhaelsi, Minggu (28/6/2026).

Drainase Menyempit Akibat Sedimentasi Bertahun-tahun

Di Jalan Cendrawasih V, petugas menemukan saluran drainase mengalami penyempitan parah. Lumpur dan material sisa bangunan menumpuk selama bertahun-tahun, mengurangi kapasitas tampung saluran secara signifikan.

Akibatnya, aliran air tersendat dan kawasan itu kerap tergenang saat hujan deras. Dinas PU memutuskan untuk melakukan pengerukan total menggunakan alat berat.

"Kondisi ini menyebabkan fungsi drainase tidak maksimal sehingga perlu dilakukan pengerukan secara menyeluruh," ujar Zuhaelsi.

Proses normalisasi di titik tersebut berlangsung selama delapan hari. Tim Satgas Drainase mengeruk lumpur, mengangkut material sisa bangunan, dan mengembalikan dimensi saluran seperti semula.

Trotoar Juga Dibenahi, Bukan Hanya Saluran Air

Pemkot Makassar tidak hanya fokus pada saluran air. Trotoar di sejumlah lokasi bekas penertiban PKL juga akan diperbaiki. Fasilitas pejalan kaki itu selama ini tertutup lapak dagang atau rusak akibat bangunan liar.

Menurut Zuhaelsi, pembenahan trotoar bertujuan mengembalikan fungsi ruang publik. Warga kembali bisa berjalan kaki dengan aman dan nyaman, sekaligus mempercantik wajah kota.

"Penataan kawasan tidak boleh berhenti pada proses pembongkaran bangunan liar semata, tetapi harus diikuti dengan perbaikan infrastruktur agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," jelasnya.

Warga Berharap Genangan Hilang Total

Langkah Dinas PU mendapat respons positif dari warga sekitar. Selama ini, mereka kerap menghadapi genangan setiap kali hujan turun. Saluran tersumbat menjadi penyebab utama.

"Warga berharap setelah dilakukan normalisasi, genangan maupun banjir yang sering terjadi dapat berkurang secara signifikan," kata Zuhaelsi menirukan keluhan warga.

Dinas PU memastikan program serupa akan berlanjut secara bertahap di wilayah lain yang menjadi lokasi penertiban. Dengan begitu, sistem drainase kota bekerja lebih optimal dan lingkungan perkotaan lebih tertata.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: menitindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top