40 Wirausaha Muda Luwu Timur Digembleng Lima Hari di Makassar, Belajar Bisnis hingga Urus Sertifikat Halal

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Senin, 29 Juni 2026 | 13:13:01 WIB
wirausaha muda Luwu Timur mengikuti pelatihan kewirausahaan selama lima hari di Makassar.

MAKASSAR — Puluhan wirausaha pemula asal Luwu Timur tidak sekadar duduk di ruang kelas selama pelatihan. Mereka diajak langsung ke House of Rewako Bank Indonesia dan Rumah Kemasan PLUT-KUMKM Sulawesi Selatan untuk mempelajari desain kemasan dan standar pelabelan produk yang sesuai pasar modern.

Materi 32 Jam: Dari Pola Pikir hingga Legalitas Usaha

Program yang berlangsung di Royal Bay Hotel Makassar pada 24–28 Juni 2026 itu mengusung tema “Membangun Wirausaha Mandiri Berbasis Potensi Lokal Luwu Timur”. Total 32 jam pelajaran diisi 15 materi berbeda.

Peserta dibekali keterampilan membangun pola pikir kewirausahaan, menyusun strategi bisnis, hingga memanfaatkan pemasaran digital. Sesi legalitas usaha mencakup pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), izin edar, dan sertifikat halal.

Metode Andragogi: Bukan Sekadar Teori di Kelas

Pelatihan menggunakan metode pembelajaran orang dewasa atau andragogi yang menekankan praktik. Peserta mengerjakan studi kasus, diskusi kelompok, hingga presentasi rencana bisnis.

Untuk mengukur peningkatan kapasitas, penyelenggara menerapkan pre-test dan post-test selama kegiatan berlangsung. Ketua ABDSI Sulawesi Selatan, Ahyar Muawwal, menegaskan bahwa pendampingan tidak boleh berhenti di ruang kelas.

“Materi yang diberikan dirancang agar bisa langsung diterapkan, mulai dari menyusun model bisnis hingga mengurus legalitas usaha dan produk,” katanya.

Pemkab Luwu Timur: SDM Kunci Daya Saing Usaha Mikro

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perindustrian Kabupaten Luwu Timur, Senfry Oktavianus, menilai pengembangan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing usaha mikro.

“Pengembangan SDM merupakan kunci agar usaha mikro di Luwu Timur mampu berkembang dan bersaing,” ujarnya. Menurut Senfry, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendamping usaha menjadi modal penting dalam mendorong lahirnya pengusaha baru.

Pemerintah daerah tidak akan berhenti pada tahap pelatihan semata. Pendampingan lanjutan akan terus dilakukan agar ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara nyata dalam pengembangan usaha mereka.

Target: Lahir Pengusaha Baru Pengolah Potensi Lokal

Melalui program ini, ABDSI Sulawesi Selatan dan Pemkab Luwu Timur berharap lahir generasi wirausaha baru yang mampu mengolah potensi daerah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Dampak jangka panjangnya, usaha mikro di daerah dapat membuka lapangan kerja bagi warga setempat.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: katasulsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top