MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Diskominfo memastikan ada ruang khusus bagi PKBI Sulsel untuk menyampaikan materi pencegahan HIV/AIDS kepada pelajar dan masyarakat umum. Dua program utama yang disepakati adalah Kominfo Goes to School dan stan literasi digital di Car Free Day (CFD).
Dalam program Kominfo Goes to School, PKBI akan memanfaatkan jadwal sosialisasi rutin Diskominfo ke sekolah-sekolah dan kampus. Materi yang dibawakan mencakup edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV/AIDS secara komprehensif.
Sementara itu, momentum CFD akan dijadikan arena edukasi terbuka. PKBI dan Diskominfo akan membuka stan bersama untuk meluruskan disinformasi dan memberikan pemahaman yang benar kepada warga yang beraktivitas di ruang publik.
Sekretaris Dinas Kominfo Kota Makassar, Dr. Daniati, S.STP., M.H., menegaskan bahwa isu HIV/AIDS memerlukan pendekatan komunikasi yang sangat hati-hati. Menurutnya, pesan edukasi harus sampai tanpa memicu pengucilan sosial terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
”Isu HIV/AIDS perlu disampaikan dengan pendekatan komunikasi yang tepat agar masyarakat memperoleh pemahaman yang benar serta terhindar dari stigma negatif dan disinformasi. Diskominfo siap mendukung penuh. PKBI bisa langsung bergabung dalam program Kominfo Goes to School maupun literasi digital di CFD, silakan pihak PKBI siapkan materinya dengan baik,” tegas Dr. Daniati dalam audiensi yang diterimanya bersama Kepala Bidang IKP, Abdullah.
Penanggung Jawab Program HIV/AIDS Kota Makassar dari PKBI Sulsel, Yanti, menyambut positif keterbukaan Pemkot Makassar. Ia menilai dukungan kanal publikasi milik pemerintah daerah sangat krusial untuk memperluas jangkauan edukasi.
Yanti menyatakan kesiapan timnya untuk berkolaborasi dalam penyusunan infografis, video edukasi, dan materi komunikasi publik lainnya. Targetnya, materi tersebut relevan dan mudah dicerna oleh kalangan milenial dan Gen Z di Kota Daeng.
Kolaborasi berkelanjutan ini diharapkan mampu menekan angka penularan HIV/AIDS sekaligus menciptakan ekosistem informasi yang sehat di kalangan generasi penerus bangsa.