Pemprov Sulsel Salurkan Bantuan Alat Ikan Asap dan Nugget ke 60 Kelompok UMKM di Pesisir Pangkep, Targetkan Produk Pulau Sabutung Tembus Pasar Digital

Penulis: Endra Sanjaya  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 21:34:31 WIB
Pemprov Sulsel salurkan alat produksi ikan asap dan nugget kepada 60 kelompok UMKM di Pangkep.

MAKASSAR — Sebanyak 60 kelompok UMKM di Kabupaten Pangkep menerima bantuan peralatan produksi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat pekan lalu. Bantuan itu terdiri dari alat pembuat ikan asap kemasan untuk 30 kelompok dan peralatan pengolahan nugget untuk 30 kelompok lainnya.

Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi menegaskan program ini bukan sekadar bagi-bagi bantuan. Target utamanya menaikkan kelas UMKM kepulauan agar produk mereka dikenal lebih luas dan memberi dampak ekonomi nyata bagi keluarga nelayan.

Modal Fisik dan Legalitas Usaha Jadi Syarat Naik Kelas

Fatmawati menyebutkan pelaku UMKM di pesisir tidak hanya dibekali peralatan. Mereka juga didorong mengurus izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikasi halal, serta memperbaiki kualitas kemasan produk.

"Kita tidak ingin hanya memberikan bantuan. Yang kita harapkan adalah UMKM naik kelas, produknya dikenal lebih luas, dan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi keluarga," kata Fatmawati dalam keterangan resmi di Makassar.

Ikan Asap dan Nugget Pulau Sabutung Incar Pasar Digital

Pemprov Sulsel menaruh perhatian khusus pada produk unggulan dari Pulau Sabutung, Pangkep. Ikan asap dan nugget olahan hasil laut di sana dinilai punya potensi besar masuk ke ritel modern dan platform pemasaran digital.

Menurut Fatmawati, pelatihan pengolahan ikan asap dan pembuatan nugget diberikan agar masyarakat bisa mengolah hasil tangkapan laut menjadi produk bernilai jual lebih tinggi. Selama ini, sebagian besar hasil laut dijual dalam bentuk mentah dengan harga fluktuatif.

Tak Cuma Ekonomi, Wagub Tinjau Layanan Kesehatan di Pulau

Dalam kunjungan yang sama, Fatmawati bersama Kepala Dinas Kesehatan Sulsel menyambangi fasilitas kesehatan di wilayah kepulauan. Mereka berdialog dengan tenaga kesehatan dan warga untuk mendengar langsung kendala pelayanan medis di daerah terpencil.

Kunjungan itu sekaligus menjadi momen memastikan pembangunan di pesisir tidak hanya berfokus pada ekonomi, tetapi juga akses kesehatan yang layak bagi masyarakat kepulauan.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top