4 Kali Transit, Ini Jadwal Kapal Pelni Makassar-Jayapura Juli 2026, Harga Tiket Mulai Rp 1,5 Juta

Penulis: Chandra Kusuma  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 23:08:58 WIB
KM Gunung Dempo berangkat dari Makassar menuju Jayapura dengan empat kali transit pada Juli 2026.

MAKASSAR — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) merilis jadwal kapal KM Gunung Dempo untuk rute Makassar menuju Jayapura, Papua, pada Juli 2026. Kapal akan berlayar sebanyak satu kali dalam sebulan dengan total waktu tempuh mencapai 7 hari karena harus transit di empat pelabuhan berbeda.

Jadwal keberangkatan dari Pelabuhan Makassar dijadwalkan pada Selasa, 7 Juli 2026, pukul 20.00 WITA. Kapal dijadwalkan tiba di Pelabuhan Jayapura pada Selasa, 14 Juli 2026, pukul 04.00 WIT.

Empat Pelabuhan Transit yang Dilewati

Sepanjang perjalanan, KM Gunung Dempo akan singgah di empat pelabuhan transit. Rutenya dimulai dari Makassar menuju Bau-Bau, lalu berlanjut ke Ambon, kemudian Banda, dan terakhir Nabire sebelum akhirnya tiba di Jayapura.

  • Bau-Bau: transit selama 2 jam
  • Ambon: transit selama 3 jam
  • Banda: transit selama 2 jam
  • Nabire: transit selama 2 jam

Harga Tiket dan Kelas Layanan

Harga tiket untuk rute Makassar-Jayapura bervariasi tergantung kelas yang dipilih. Tiket kelas ekonomi dibanderol mulai Rp 1.518.000 per orang. Sementara itu, tiket kelas I dan II dijual dengan harga yang lebih tinggi, mencapai Rp 3,5 juta hingga Rp 5 juta per orang.

Pelni membuka pemesanan tiket secara online melalui aplikasi Pelni Mobile dan situs resmi pelni.co.id. Calon penumpang diimbau untuk melakukan booking jauh-jauh hari mengingat jumlah kursi yang terbatas.

Tips Perjalanan bagi Penumpang

Bagi penumpang yang akan menempuh perjalanan selama sepekan, disarankan membawa perlengkapan pribadi secukupnya. Kapal menyediakan fasilitas kantin, musala, dan ruang kesehatan. Penumpang juga wajib membawa identitas diri asli saat boarding.

Perjalanan laut dari Makassar ke Jayapura kerap menjadi pilihan utama bagi warga yang membawa barang dalam jumlah besar. Jalur ini juga menjadi andalan bagi perantau asal Sulawesi Selatan yang bekerja atau bersekolah di Papua.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: kaltara.tribunnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top