Pansus Hak Angket DPRD Gowa Periksa 14 Saksi, Bupati Bantah Tuduhan Penyalahgunaan Anggaran Seragam Gratis

Penulis: Chandra Kusuma  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 21:58:01 WIB
Pansus Hak Angket DPRD Gowa memeriksa saksi terkait dugaan penyalahgunaan anggaran seragam gratis.

GOWA — DPRD Gowa terus menguak dugaan pelanggaran yang melibatkan jajaran Pemerintah Kabupaten Gowa melalui hak angket. Hingga saat ini, Pansus telah memeriksa 14 orang saksi dari total 20 orang yang diundang. Sidang pemeriksaan keenam digelar di Gedung DPRD Gowa, Rabu (24/6), dengan menghadirkan saksi-saksi dari unsur perangkat desa dan OPD terkait.

Tiga Materi Utama yang Diselidiki Pansus

Pansus Hak Angket DPRD Gowa dibentuk untuk menyelidiki tiga materi utama. Pertama, dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh pejabat di lingkungan Pemkab Gowa. Kedua, dugaan penyelewengan anggaran pada program seragam gratis yang menyedot dana APBD. Ketiga, dugaan perbuatan tercela yang dinilai berdampak pada penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Kami sepakat tidak akan masuk ke persoalan pribadi. Kami hanya masuk di persoalan kebijakan dan kewenangan,” ujar Ketua Pansus Muhammad Kasim Sila saat ditemui usai sidang, Rabu (24/6).

Bupati Bantah Tuduhan, Pansus Fokus pada Kebijakan

Bupati Gowa membantah seluruh tuduhan yang menjadi objek penyelidikan hak angket. Namun, Kasim menegaskan bahwa pansus tetap fokus pada substansi kebijakan, bukan pada serangan personal. Meski demikian, materi dugaan perbuatan tercela tetap menjadi bagian dari hak angket karena sebelumnya telah masuk dalam usulan saat rapat dengar pendapat umum (RDPU).

“Gambarannya seperti mengarah ke sana, tetapi seperti apa hasilnya nanti setelah selesai semuanya dan kami akan duduk bersama untuk menyimpulkan hal itu,” kata Kasim.

Polemik Sidang Tertutup Picu Spekulasi Warga

Proses pemeriksaan pansus sempat memicu polemik. Sebagian sidang digelar secara tertutup atas permintaan saksi dan pertimbangan sensitivitas materi yang dibahas. Keputusan ini justru memicu kritik dan spekulasi di tengah masyarakat Gowa. Sejumlah warga menilai transparansi proses penyelidikan perlu dijaga agar tidak menimbulkan prasangka.

Pansus berjanji akan terus mengundang saksi-saksi lain yang dianggap mengetahui materi penyelidikan. Seluruh keterangan dan dokumen yang terkumpul akan dibahas dalam rapat internal pansus sebelum disimpulkan menjadi rekomendasi ke DPRD Gowa.

Apa Dampak Hasil Pansus bagi Warga Gowa?

Hasil penyelidikan pansus dapat berujung pada rekomendasi pemberhentian pejabat atau perubahan kebijakan anggaran. Jika dugaan penyelewengan anggaran seragam gratis terbukti, maka proses pengadaan barang dan jasa di Pemkab Gowa akan dievaluasi. Warga berharap pansus dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan daerah.

Siapa Saja yang Sudah Diperiksa Pansus?

Pansus telah memeriksa 14 saksi yang berasal dari berbagai unsur. Mereka terdiri dari pejabat OPD, perangkat desa, dan pihak lain yang dianggap mengetahui secara langsung proses penganggaran dan pelaksanaan program seragam gratis. Pansus masih menunggu enam saksi lainnya untuk memberikan keterangan.

Kapan Pansus Akan Mengambil Kesimpulan?

Pansus belum menetapkan jadwal pasti pengambilan kesimpulan. Muhammad Kasim Sila menyebut seluruh keterangan dan dokumen masih dalam tahap pendalaman. Setelah semua saksi diperiksa, pansus akan menggelar rapat pleno untuk merumuskan rekomendasi akhir yang akan diserahkan ke DPRD Gowa.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: sulawesi.viva.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top