MAKASSAR — Sebanyak 7.295 paket santunan berhasil disalurkan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas di Sulawesi Selatan dalam rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Angka itu merupakan akumulasi dari berbagai daerah yang berkolaborasi dengan Kanwil Kemenag Sulsel, Forum Zakat (FOZ), dan sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ).
Kota Makassar menjadi wilayah dengan penerima bantuan terbanyak, yakni 1.700 paket. Disusul Kota Parepare sebanyak 700 paket, Kabupaten Tana Toraja 438 paket, serta Kabupaten Luwu dan Kabupaten Luwu Utara yang masing-masing menyalurkan 400 paket.
Bantuan yang diserahkan secara simbolis di Aula Kanwil Kemenag Sulsel itu terdiri dari perlengkapan sekolah, sembako, uang tunai, dan berbagai kebutuhan lainnya. Kegiatan mengusung tema "Menebar Maslahat, Menguatkan Umat" dan melibatkan donatur dari berbagai lembaga zakat.
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, menyebut kegiatan itu sebagai bentuk implementasi nilai-nilai ajaran Islam. "Ketika kita membuat anak yatim tersenyum, memberikan hak mereka, dan menghadirkan kebahagiaan bagi mereka, insya Allah menjadi jalan hadirnya pahala dari Allah SWT," ujarnya.
Ali Yafid mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama kepada mereka yang berada di lingkungan sekitar. Ia menekankan bahwa berbagi tidak harus menunggu memiliki banyak, tetapi dimulai dari keikhlasan dan kepedulian.
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dalam pesannya menegaskan bahwa anak yatim tidak hanya membutuhkan bantuan materi. "Anak yatim bukan hanya membutuhkan bantuan materi, tetapi juga membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan kehadiran kita. Membahagiakan anak yatim adalah bagian dari upaya menghadirkan wajah agama yang penuh cinta dan kepedulian," kata Nasaruddin Umar.
Selain Makassar dan Parepare, Kanwil Kemenag Sulsel turut menyalurkan 350 paket santunan. Bantuan juga tersebar di Kabupaten Kepulauan Selayar sebanyak 320 paket, Kabupaten Bulukumba dan Sidrap masing-masing 300 paket, Kabupaten Maros 272 paket, serta Kabupaten Bone dan Pangkep masing-masing 250 paket.
Daerah lain yang berpartisipasi antara lain Kabupaten Enrekang, Gowa, Pinrang, Bantaeng, Barru, Takalar, Jeneponto, Wajo, Soppeng, Sinjai, Toraja Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo. Jumlah bantuan disesuaikan dengan kemampuan dan partisipasi masing-masing daerah.
Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag Sulsel, H. Mulyadi, mengapresiasi tingginya partisipasi jajaran Kementerian Agama dan mitra lembaga zakat. "Alhamdulillah, pada peringatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas Tahun 1448 Hijriah ini, total bantuan yang berhasil dihimpun dan disalurkan di Sulawesi Selatan mencapai 7.295 paket santunan," ungkap Mulyadi dari Semarang.
Menurutnya, capaian itu menunjukkan bahwa semangat berbagi masih tumbuh kuat di Sulawesi Selatan. Lebaran Yatim bukan sekadar agenda tahunan, tetapi telah menjadi gerakan sosial yang mampu menggerakkan banyak pihak untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.