Bupati Sidrap Minta Proyek Irigasi 890 Hektare di Tellu Limpoe dan Panca Lautang Tak Tersendat

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 19:34:01 WIB
Bupati Sidrap menekankan percepatan proyek rehabilitasi irigasi Amparita-Wettee untuk 890 hektare lahan pertanian.

SIDRAP — Lahan pertanian seluas 890 hektare di Kecamatan Tellu Limpoe dan Kecamatan Panca Lautang masih menunggu pasokan air yang stabil. Proyek rehabilitasi jaringan irigasi Amparita-Wettee diyakini menjadi jawaban atas kebutuhan itu.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa pekerjaan tersebut tidak boleh berjalan lamban. Ia meminta seluruh pihak memperkuat kerja sama tim agar proyek rampung tepat waktu.

Irigasi Vital untuk Petani Sidrap

“Irigasi Amparita-Wettee ini vital untuk petani Sidrap. Kerja sama tim harus diperkuat supaya pengerjaan tidak lambat,” tegas Syaharuddin saat menerima audiensi jajaran BBWS Pompengan Jeneberang, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, setiap kendala di lapangan harus segera dilaporkan dan diselesaikan di tempat. “Jangan sampai pekerjaan mangkrak karena miskomunikasi,” tambahnya.

Apa yang Akan Diperbaiki?

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi IV BBWS Pompengan Jeneberang, Datu Karaeng Raja, menjelaskan bahwa rehabilitasi ini dirancang untuk meningkatkan layanan pengairan. Targetnya, seluruh areal pertanian seluas 890 hektare bisa mendapatkan aliran air yang memadai.

Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sidrap dinilai penting agar setiap tahapan pekerjaan berjalan lancar. Manfaatnya pun diharapkan bisa segera dirasakan oleh masyarakat.

Mengapa Proyek Ini Mendesak?

Bagi petani di Tellu Limpoe dan Panca Lautang, irigasi bukan sekadar saluran air. Infrastruktur ini menentukan keberhasilan musim tanam dan menjaga produktivitas lahan. Jika pasokan air terganggu, risiko penurunan produksi hingga gagal panen meningkat.

Rehabilitasi jaringan irigasi Amparita-Wettee dinilai sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan daerah. Sektor pertanian selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Sidrap.

Target dan Dampak yang Diharapkan

Jika rampung sesuai target, proyek ini diyakini tidak hanya memastikan ketersediaan air bagi sawah petani. Lebih dari itu, dampaknya akan meluas ke peningkatan produksi pertanian, menggerakkan ekonomi desa, dan memperkuat posisi Sidrap sebagai lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan, Syaharuddin menegaskan setiap hambatan harus segera dituntaskan. “Semakin cepat proyek selesai, semakin cepat pula manfaatnya mengalir ke sawah-sawah petani,” pungkasnya.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: katasulsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top