GOWA — Puluhan delegasi asing peserta IGS 2026 diajak berinteraksi langsung dengan budaya Sulawesi Selatan melalui busana adat. Mereka tidak sekadar menyaksikan peragaan, melainkan mengenakan sendiri baju bodo untuk perempuan dan patonro’ untuk laki-laki di kompleks Istana Balla Lompoa, Gowa, Rabu lalu.
Suasana penyambutan diawali dengan Tari Padduppa, simbol penghormatan bagi tamu kehormatan. Para peserta kemudian dipersilakan berganti busana adat. Suami Duta Besar Uruguay, Edgar Coray, menyebut tempat tersebut menyimpan kekayaan budaya yang luar biasa. “Balla Lompoa ini tempat yang sangat menarik untuk melihat semua kekayaan ini, semua pakaian adat, dan semua tradisi ini. Sangat mengesankan. Sangat bagus,” ujarnya.
Kesan serupa disampaikan Lemaire Baetriz, istri Duta Besar Venezuela. Ia mengapresiasi keramahan warga Makassar. “Terima kasih Makassar atas keramahannya, makanannya yang lezat, budayanya yang indah, dan pakaiannya yang indah. Terima kasih,” katanya.
Melinda Aksa mengatakan baju bodo bukan sekadar pakaian. Busana ini merupakan identitas budaya Bugis-Makassar yang diwariskan lintas generasi. “Melalui baju bodo dan patonro’, kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi kenangan yang berkesan bagi para tamu selama berada di Makassar,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan rangkaian IGS 2026 yang digagas Kementerian Luar Negeri. Para delegasi didampingi oleh Spouse of Director General of Information and Public Diplomacy, Sinta Ekawati Subolo. Setibanya di Balla Lompoa, rombongan disambut langsung oleh Melinda Aksa bersama jajaran Dekranasda Kota Makassar.
Setelah sesi busana adat, rombongan diajak ke ruang koleksi Museum Balla Lompoa. Mereka melihat berbagai peninggalan Kerajaan Gowa yang masih terawat, termasuk Salokoa—mahkota kebesaran kerajaan. Melinda Aksa turut mendampingi dan menjelaskan sejarah singkat Kerajaan Gowa serta nilai-nilai budaya yang diwariskan.
Para delegasi juga disuguhi kue tradisional khas Makassar sambil menyaksikan pertunjukan tari-tarian tradisional. Pengalaman ini menjadi penutup yang manis sebelum mereka kembali ke agenda utama IGS 2026.
IGS 2026 merupakan forum diplomasi kuliner dan budaya yang mempertemukan perwakilan negara sahabat. Dengan diperkenalkannya baju bodo di sela-sela acara, diharapkan identitas Sulawesi Selatan semakin dikenal di panggung internasional. Tak hanya kain dan tari, tapi juga keramahan dan sejarah yang melekat di dalamnya.