35 Angkatan Kerja Lokal Luwu Timur Ikuti Pelatihan Operator Alat Berat PT Vale, Disertifikasi BNSP

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 19:28:01 WIB
pemuda Luwu Timur mengikuti pelatihan operator alat berat PT Vale dengan sertifikasi BNSP.

MAKASSAR — Puluhan pemuda dari Kecamatan Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili kini tengah menjalani pelatihan intensif operator alat berat. Mereka adalah peserta program vokasi yang digagas PT Vale Indonesia Tbk sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat di Blok Sorowako.

Head of External Relations Sorowako & Outer Area PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, menyatakan program ini bertujuan membuka akses seluas-luasnya bagi tenaga kerja lokal. "Kami percaya bahwa peningkatan kompetensi masyarakat lokal merupakan investasi jangka panjang," kata Yusri dalam keterangannya, Rabu (24/6).

Pelatihan Selama Sebulan di Palopo Skill Centre

Setelah pembukaan di sebuah hotel di Sorowako, peserta akan menjalani proses belajar mengajar secara intensif selama satu bulan penuh. Lokasi pelatihan dipusatkan di Palopo Skill Centre dengan fokus pada penguasaan dua jenis alat berat, yakni Excavator dan Dump Truck.

Kurikulum yang digunakan tidak hanya soal teknis operasional. Peserta juga dibekali pemahaman mendalam mengenai aspek keselamatan kerja yang sesuai standar industri. Pendekatan berbasis kompetensi ini menjadi kunci agar lulusan benar-benar siap kerja.

Sertifikasi BNSP Jadi Jaminan Kompetensi

Setelah dinyatakan kompeten menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, para peserta akan mengikuti proses sertifikasi. Sertifikat yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) ini menjadi pengakuan resmi atas kemampuan yang dimiliki.

Yusri menambahkan, program ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan kontribusi nyata. "Melalui program ini, kami ingin memperkuat kapasitas angkatan tenaga kerja lokal agar semakin siap dan lebih mudah terserap di dunia kerja," ujarnya.

Ada Peserta Perempuan Asal Wasuponda

Salah satu peserta pelatihan bidang excavator, Nur Fadilah, mengaku tertarik mengikuti program ini. Warga asal Wasuponda ini melihat pentingnya memiliki kompetensi tambahan di luar bidang akademik yang telah ditempuh.

"Saya tertarik mengikuti pelatihan operator alat berat karena dapat memperluas peluang kerja. Apalagi sebagai putri daerah dari Luwu Timur yang merupakan kawasan pertambangan," kata Nur Fadilah.

Kehadiran peserta perempuan dalam pelatihan yang identik dengan pekerjaan berat ini menunjukkan perubahan perspektif di kalangan generasi muda setempat.

Target: Tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia

Program ini tidak hanya berhenti pada penyerapan tenaga kerja. PT Vale menargetkan dampak jangka panjang berupa peningkatan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Luwu Timur dan Sulawesi Selatan secara umum.

Melalui kolaborasi antara perusahaan, lembaga pelatihan, dan masyarakat, diharapkan pemuda lokal dapat berkontribusi strategis dalam pembangunan industri di daerah. Inisiatif ini juga sejalan dengan prinsip keberlanjutan perusahaan dalam mendorong kemandirian masyarakat yang adaptif terhadap tantangan industri.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top