GORONTALO — Kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bone Bolango dan Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (HEBITREN) Provinsi Gorontalo membuahkan hasil konkret di dua ajang nasional sekaligus. Kerja sama yang digaungkan sejak pembukaan PESONA 2026 pada Jumat malam lalu di Taman Budaya Limboto ini langsung mendapat sambutan hangat dari para pelaku UMKM dan santri.
Acara yang dibuka Wakil Gubernur Gorontalo itu mengusung tema “Sinergi Akselerasi Digitalisasi Gorontalo (SERLIGO)”. Ketua BAZNAS Bone Bolango, Faisal Pakaya, yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina HEBITREN Gorontalo, menegaskan bahwa fokus utama program ini adalah mempercepat transformasi digital bagi pelaku usaha lokal.
Tidak hanya di panggung PESONA, dampak kolaborasi ini juga terasa di arena PENAS XVII Petani dan Nelayan. Melalui stand pameran bersama, BAZNAS dan HEBITREN menghadirkan beragam produk unggulan hasil karya santri dan kelompok binaan pesantren.
Berbagai komoditas dipamerkan secara apik, mulai dari produk pertanian organik ramah lingkungan, aneka olahan pangan kreatif, hingga kerajinan tangan bernilai ekonomis tinggi. Antusiasme pengunjung cukup tinggi, termasuk dari Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango, Iwan Mustapa, yang menyempatkan diri meninjau langsung stand tersebut.
Di sela pameran, HEBITREN juga memperkenalkan layanan Koperasi Syariah “Ma’ahid” sebagai salah satu motor penggerak ekonomi lokal berbasis syariah. Lembaga ini diharapkan bisa menjadi akses pembiayaan bagi para santri dan pelaku UMKM binaan pesantren yang selama ini kesulitan mengakses perbankan konvensional.
Faisal Pakaya mengingatkan bahwa akselerasi ekonomi syariah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, diperlukan kerja sama yang kompak dan berkelanjutan dari seluruh elemen sektor publik, lembaga keuangan, dan lembaga keagamaan.
Dampak paling langsung adalah terbukanya akses pasar dan pendampingan digital bagi UMKM binaan pesantren. Dengan adanya dukungan Bank Indonesia melalui program SERLIGO, para pelaku usaha lokal bisa mendapatkan pelatihan digitalisasi dan promosi produk secara gratis.
Program digitalisasi melalui tema SERLIGO sudah mulai digaungkan sejak pembukaan PESONA 2026 di Taman Budaya Limboto. Bank Indonesia bersama BAZNAS dan HEBITREN akan melanjutkan pendampingan secara bertahap hingga ajang PENAS XVII berakhir.
Kolaborasi ini melibatkan BAZNAS Bone Bolango, HEBITREN Provinsi Gorontalo, Bank Indonesia, serta pemerintah daerah. Dukungan juga datang dari jajaran Forkopimda, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), akademisi, dan pimpinan pesantren se-Gorontalo.