MANOKWARI — Puluhan peserta dari Sulawesi Selatan telah tiba di Manokwari untuk mengikuti Pesparawi Nasional XIV. Mereka tidak datang sendiri. Jajaran pejabat Kanwil Kemenag Sulsel turun langsung memberikan dukungan moril sejak pemberangkatan.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, H. Aminuddin, mewakili Kepala Kantor Wilayah, menegaskan kehadiran mereka bukan sekadar seremoni. “Kementerian Agama Sulawesi Selatan mendukung penuh keikutsertaan kontingen Sulsel pada Pesparawi Nasional. Kami berharap seluruh peserta dapat tampil maksimal, menjaga kekompakan, serta membawa nama baik daerah,” ujar Aminuddin dalam keterangannya, Senin (22/6).
Pesparawi Nasional XIV bukan sekadar ajang lomba paduan suara gerejawi. Bagi Kemenag Sulsel, event ini menjadi panggung memperkuat moderasi beragama dan merawat persaudaraan lintas daerah.
Aminuddin menjelaskan, seni suara gerejawi menjadi media yang menghadirkan harmoni di tengah keberagaman bangsa. “Pesparawi adalah ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan antarumat dan memperdalam penghayatan nilai keagamaan melalui seni,” katanya.
Dukungan terhadap kontingen Sulsel melibatkan lintas unsur. Selain Kabag TU Kanwil Kemenag Sulsel, sejumlah kepala kantor kementerian agama kabupaten turut serta. Mereka adalah Kepala Kemenag Kota Makassar H. Muhammad, Kepala Kemenag Kabupaten Maros H. Nur Halik, Kepala Kemenag Kabupaten Luwu Utara H. Rusydi Hasyim, dan Kepala Kemenag Kabupaten Toraja Utara Prety L. Gasong.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Sulsel Hj. Saidah Ali Yafid serta Pembimbing Masyarakat Kristen Kanwil Kemenag Sulsel Merpati Sampeliling juga ikut dalam rombongan. Dari luar Kemenag, dukungan datang dari Ketua PGIW Sulselbara Pdt. Yohanis Metris dan Staf Ahli Gubernur Sulsel Bidang Kesejahteraan Rakyat, Dr. Since Erna Lamba.
Bagi Sulawesi Selatan, ajang yang mempertemukan kontingen dari 38 provinsi ini bukan semata tentang perebutan medali. Lebih dari itu, para peserta membawa dua misi sekaligus: mengukir prestasi di panggung nasional dan menyuarakan pesan damai, toleransi, serta persaudaraan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.
Di Kota Injil Manokwari, para duta suara Sulsel diharapkan tampil maksimal di berbagai kategori lomba. Namun, yang tak kalah penting, mereka menjadi representasi bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan pemersatu bangsa.