MAKASSAR — Angka kunjungan tersebut menunjukkan tren positif sektor pariwisata di Sulawesi Selatan pada awal tahun ini. Ribuan wisman yang datang dalam empat bulan terakhir tersebar di sejumlah destinasi unggulan, dengan Bulukumba dan Toraja mencatatkan lonjakan signifikan.
Bulukumba dikenal sebagai kampung halaman perahu Phinisi, sementara Toraja menawarkan keunikan budaya pemakaman dan arsitektur tongkonan. Keduanya telah lama menjadi ikon wisata yang masuk dalam itinerary agen perjalanan internasional.
“Ini bukti bahwa pariwisata berbasis budaya dan bahari tetap menjadi kekuatan utama Sulsel,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan dalam laporan yang dirilis baru-baru ini.
Meski bahan tidak menyebutkan data perbandingan tahun sebelumnya, capaian 7.191 kunjungan dalam empat bulan dianggap sebagai sinyal pemulihan sektor pariwisata pasca-pandemi. Pemerintah provinsi menargetkan jumlah wisman terus bertambah seiring promosi yang gencar dilakukan di luar negeri.
Selain Bulukumba dan Toraja, destinasi lain seperti Pantai Losari di Makassar dan Bira di Bulukumba juga menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan asing.
Kepala Dinas Pariwisata menambahkan bahwa perbaikan infrastruktur bandara dan pelabuhan di beberapa titik strategis ikut mendorong kenyamanan wisatawan. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar menjadi pintu masuk utama, dengan koneksi langsung ke sejumlah kota di Toraja dan Bulukumba.
“Akses yang semakin mudah membuat wisman tidak ragu untuk menjelajah lebih jauh ke daerah-daerah,” ujarnya.
Peningkatan kunjungan wisman berdampak langsung pada perekonomian warga sekitar. Pelaku UMKM, pemandu wisata, penginapan, dan penyedia transportasi di Bulukumba dan Toraja menikmati peningkatan omzet. Pemerintah daerah juga mendorong pelatihan bahasa asing bagi pelaku usaha kecil agar siap melayani wisatawan mancanegara.
Pemprov Sulsel berkomitmen menjaga keseimbangan antara promosi pariwisata dan pelestarian budaya. Tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, kualitas pengalaman wisatawan dan dampak positif bagi masyarakat lokal menjadi prioritas.