SULAWESI SELATAN — Harga emas Antam ukuran satu gram bertahan di Rp 2.729.000 pada hari ini, sama persis dengan posisi perdagangan Senin kemarin. Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga buyback—nilai yang diterima nasabah saat menjual emas—juga tidak berubah, dipatok Rp 2.500.000 per gram.
Angka ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa pada 29 Januari 2026, saat harga emas Antam menyentuh Rp 3.168.000 per gram dan buyback di Rp 2.989.000 per gram. Artinya, harga saat ini terpaut sekitar 13,8 persen dari puncak historis tersebut.
Di pasar global, situasi berbeda terjadi. Harga emas dunia menguat tiga hari beruntun dan pada Senin (15/6) waktu AS mencapai level tertinggi dalam lebih dari seminggu. Lonjakan ini dipicu oleh kabar gembira: Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri perang.
Kesepakatan itu diteken oleh Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan ketua parlemen Iran. Prosesi resmi dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada Jumat pekan ini. Dampaknya langsung terasa: indeks dolar AS tertekan 0,2 persen, membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
“Pasar emas bergerak melewati konflik dan mengabaikannya. Berita kesepakatan damai menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah, dolar, dan minyak—itu adalah risiko inflasi dan risiko lintas aset terbesar,” ujar Chief Market Blue Line Futures, Phillip Streible.
Sebelumnya, emas terus tertekan karena konflik Iran memicu harga energi tinggi dan kekhawatiran inflasi, yang meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga AS. Setelah kerangka kerja damai tercapai, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember turun drastis dari 70 persen menjadi 58 persen, menurut data CME FedWatch.
Kini, seluruh perhatian pelaku pasar tertuju pada pertemuan kebijakan Federal Reserve pada 16-17 Juni. Ini akan menjadi sidang pertama yang dipimpin oleh Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh. “Pergerakan harga emas selanjutnya sepenuhnya tergantung pada Warsh, nada bicaranya, dan apa yang akan dia katakan tentang jalur suku bunga,” tambah Streible.
Sementara itu, kabar dari Asia Tenggara ikut memanaskan sektor ini: Singapura berencana membangun sistem kliring emas di luar bursa dan memperkenalkan layanan penyimpanan emas bank sentral. Langkah ini bisa memperkuat posisi kawasan sebagai pusat perdagangan logam mulia global.
Berikut rincian harga emas batangan Antam untuk berbagai ukuran, berdasarkan data dari Logam Mulia:
Harga-harga tersebut berlaku untuk pembelian di gerai Logam Mulia dan mitra resmi Antam. Harga buyback di level Rp 2.500.000 per gram berarti selisih atau spread antara harga beli dan jual saat ini mencapai sekitar 8,4 persen.