SULAWESI SELATAN — Mashable Indonesia berkesempatan menguji langsung JAECOO J5 EV pada 6-7 Juni 2026. Rute yang dipilih bukan sekadar jalan tol, melainkan kombinasi kemacetan Jakarta, tanjakan menuju Cikole dan Lembang, hingga jalan rusak. Tujuannya satu: menguji klaim efisiensi dan kenyamanan mobil listrik di kondisi nyata.
Perjalanan dimulai dengan kapasitas baterai 80 persen dari Jakarta. Sepanjang rute, mobil melakukan dua kali pengisian daya, masing-masing 30 kWh dengan biaya Rp75 ribu per sesi. Total pengeluaran untuk energi hanya Rp150 ribu.
Angka ini kontras dengan mobil konvensional yang membutuhkan bahan bakar jauh lebih besar, terutama saat menghadapi kemacetan panjang dan medan menanjak. Pengisian daya dilakukan saat baterai tersisa sekitar 30 persen, memastikan mobil tetap siap melibas sisa perjalanan.
Motor listrik JAECOO J5 EV menghasilkan tenaga 208 hp dan torsi 288 Nm. Karakter torsi instan membuat mobil responsif saat merayap di kemacetan atau menyalip di jalan tol. Saat melibas tanjakan menuju Cikole dan Lembang, tenaga tidak terlihat kendor.
Suspensi mobil cukup meredam guncangan di jalan berbatu dan permukaan tidak rata. Meski tidak seekstrim SUV premium, kualitas redaman dinilai memadai untuk perjalanan jauh. Penumpang di baris kedua pun tidak mengeluhkan kelelahan berlebih.
Dengan empat orang dewasa di dalam, ruang kabin terasa lega. Bagasi juga cukup besar untuk menampung koper dan perlengkapan keluarga. Interior minimalis didominasi layar infotainment 13,2 inci yang menjadi pusat kendali berbagai fungsi.
Panel instrumen digital memberikan informasi berkendara secara jelas. Fitur tambahan seperti panoramic sunroof, kamera 540 derajat, wireless charging, dan ambient light melengkapi kenyamanan selama perjalanan.
Uji coba ini membuktikan bahwa efisiensi mobil listrik bukan sekadar teori. Dengan rute menantang dan beban penuh, JAECOO J5 EV mampu menekan biaya operasional secara signifikan. Bagi konsumen yang sering melakukan perjalanan antarkota, selisih biaya dengan mobil bensin bisa menjadi pertimbangan utama.