MAROS — Tiga personel Animal Rescue diterjunkan untuk mengamankan ular king kobra yang meresahkan warga Desa Damai, Kecamatan Tanralili. Proses evakuasi berlangsung sekitar 20 menit karena ular sempat bersembunyi masuk ke dalam lubang di sela-sela batu.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Informasi dan Data Dinas Pemadam Kebakaran Maros, Ilham Halimsyah, mengatakan tim harus bergerak cepat demi kenyamanan warga. "Tiga orang anggota diturunkan untuk mengevakuasi ular tersebut. Anggota membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk evakuasi, karena ular sempat masuk ke dalam lubang di sela-sela batu," jelasnya, Senin (17/2).
Januari-Juni, Damkar Maros Amankan 122 Ekor Ular
Ilham mengungkapkan, selama kurun waktu Januari hingga Juni tahun ini, total ular yang telah diamankan mencapai 122 ekor. Enam di antaranya merupakan jenis king kobra. Jenis lain yang kerap dievakuasi adalah ular sanca kembang dan ular kopi.
"Kegiatan evakuasi khusus ular sekitar 122 ekor, dengan jenis ular yang didapat seperti ular sanca kembang, ular kopi, dan ular king cobra," ujarnya kepada wartawan.
Ular hasil evakuasi rencananya akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk dikembalikan ke habitat aslinya.
Mengapa Uker Sering Masuk Permukiman?
Maraknya kemunculan ular di permukiman warga, khususnya di wilayah Maros yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan dan rawa, menjadi perhatian tersendiri. Sebelumnya, Damkar Maros juga mengevakuasi ular piton sepanjang tujuh meter yang menyerang seorang wanita paruh baya di kawasan permukiman dekat hutan.
Ilham mengimbau warga untuk segera melapor jika menemukan ular atau satwa liar lain yang masuk ke pemukiman. "Jangan coba-coba menangkap sendiri, apalagi jika ular tersebut berbisa. Segera hubungi kami," katanya.
Evakuasi king kobra ini menjadi pengingat bahwa konflik antara manusia dan satwa liar di daerah penyangga hutan masih tinggi. Warga diminta tetap waspada dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri saat menemukan ular.