SULAWESI SELATAN — Peristiwa pencurian dengan kekerasan itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Keluarga korban, Lauren Stumilar, menuturkan bahwa pelaku memanjat pagar sebelum masuk melalui celah udara yang berada di atas pintu utama rumah kakaknya.
"Kemungkinan pencuri ini masuk melalui lompat pagar, dan kemudian dia lewat dari atas pintu. Di pintu itu ada lubang angin," ujar Lauren, Selasa (9/6/2026).
Saat merayap masuk dalam kegelapan, pelaku tidak menyadari bahwa Gebby masih terjaga dan melihat gerak-geriknya. Merasa panik karena aksinya diketahui, tersangka langsung meraih samurai milik pemilik rumah yang tersimpan di dekat pintu.
Pedang tersebut kemudian digunakan untuk melukai Gebby dan ibunya, Elis, yang berusaha melindungi anaknya. Keduanya menderita luka berat dan kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian dari Polres Metro Depok masih melakukan penyelidikan. Tim identifikasi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan kasus ini. Namun, petugas dikabarkan tengah memburu pelaku yang disebut masih satu kawasan dengan korban berdasarkan keterangan awal keluarga.
Peristiwa ini memicu kekhawatiran warga sekitar. Modus masuk melalui lubang angin di atas pintu dinilai tidak lazim dan sulit terdeteksi karena biasanya luput dari pengawasan.
Lauren mengimbau warga untuk lebih waspada dan memeriksa kembali titik-titik rawan di rumah, terutama ventilasi dan celah udara yang mungkin bisa dijadikan akses masuk oleh pelaku kejahatan.