SULAWESI SELATAN — Serapan sebesar 3,01 juta ton tersebut merupakan hasil kerja bersama petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi, serta seluruh insan BULOG. Pencapaian ini disebut sebagai tonggak penting karena dalam waktu kurang dari enam bulan, BULOG nyaris mendekati target tahunan yang selama ini menjadi tantangan besar.
Pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering petani sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini dinilai efektif memberikan kepastian pasar dan menjaga harga di tingkat petani tetap menguntungkan. Kepala Perum BULOG Kanwil Sumatera Barat, R. Darma Wijaya, menyebut angka serapan sebagai bukti keberpihakan negara kepada petani.
"Realisasi serapan sebesar 3.392,5 ton setara beras di wilayah kerja Kanwil Sumbar menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional," ujar R. Darma Wijaya.
Di Sumatera Barat, BULOG melalui Kancab Bukittinggi dan Kancab Solok telah menyerap 3.392,5 ton setara beras. Kontribusi ini menjadi bagian dari sukses pengadaan nasional dan penguatan CBP di tingkat daerah.
Dengan tambahan serapan ini, stok beras yang dikelola BULOG kini berada di atas 5 juta ton. Angka itu menjadi yang tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional. Stok besar memberikan ruang fiskal bagi pemerintah untuk menjalankan program stabilisasi harga, bantuan pangan, serta mitigasi gejolak pasar dan bencana.
BULOG optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras sepanjang 2026 dapat tercapai lebih cepat dari jadwal. Musim panen yang masih berlangsung di sejumlah wilayah strategis menjadi momentum untuk terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani.
"Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional," tambah R. Darma Wijaya.
Capaian ini menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih kokoh menuju kemandirian pangan di tengah ketidakpastian global. BULOG berperan sebagai instrumen negara yang memastikan hasil kerja petani terserap optimal, kesejahteraan petani meningkat, dan pasokan pangan masyarakat tetap aman.