MAKASSAR — Personel SPKT Polda Sulawesi Selatan menggelar doa bersama untuk memperingati hari ulang tahun ke-57 Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro. Kegiatan berlangsung sederhana namun penuh makna di lingkungan SPKT, Rabu (30/4/2025).
Dalam momen tersebut, para personel mendoakan agar Kapolda senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan dalam memimpin Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan. Doa bersama ini menjadi bentuk rasa hormat dan dukungan moral dari anggota di garda terdepan pelayanan publik.
Prosesi doa bersama dipimpin oleh Kasubbag Binopsnal SPKT Polda Sulsel Kompol Muh. Arsyad. Ia memanjatkan doa agar kepemimpinan Irjen Pol Djuhandani semakin membawa kemajuan bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Sulsel.
"Semoga Bapak Kapolda selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, diberikan umur panjang, kesehatan, dan kekuatan dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin," ucap Kompol Muh. Arsyad dalam doanya.
Kegiatan ini berlangsung di sela-sela kesibukan personel SPKT yang setiap hari melayani pengaduan dan laporan masyarakat. Suasana khidmat terasa saat seluruh anggota yang bertugas menyempatkan diri berkumpul sejenak untuk memberikan penghormatan kepada pimpinan.
SPKT merupakan unit pelayanan pertama yang menjadi wajah Polri bagi masyarakat. Dengan doa ini, personel berharap semangat pengabdian Kapolda menular ke seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik.
Irjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro dikenal sebagai pemimpin yang kerap turun langsung meninjau pos-pos pelayanan dan berkomunikasi dengan anggota di lapangan. Gaya kepemimpinannya yang humanis dan tegas menjadi salah satu ciri khas selama menjabat sebagai Kapolda Sulsel.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Kapolda terkait perayaan ulang tahunnya. Namun, doa dari personel SPKT ini menjadi bukti kedekatan emosional antara pimpinan dan anggota di lingkungan Polda Sulsel.
Personel SPKT menggelar doa bersama yang dipimpin oleh perwira. Kegiatan ini dilakukan secara internal di Markas Polda Sulsel tanpa mengurangi pelayanan kepada masyarakat yang tetap berjalan normal.
Doa bersama menjadi sarana memperkuat solidaritas dan kebersamaan antara pimpinan dan anggota. Momen ini juga dimanfaatkan untuk merenungkan tugas pengabdian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Suasana berlangsung khidmat dan sederhana. Seluruh personel yang hadir mengikuti rangkaian doa dengan khusyuk sebelum kembali menjalankan tugas masing-masing melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian.