WATAMPONE — Pemerintah Kabupaten Bone bergerak mempercepat akses permodalan bagi pelaku UMKM lewat program Kredit Kemitraan Kerakyatan (KKK) Bank Sulselbar. Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, hadir dalam sosialisasi program tersebut di Watampoe, pekan lalu. Kehadiran orang nomor dua di Bone itu menegaskan komitmen pemkab dalam mendorong inklusi keuangan di tingkat akar rumput.
Program KKK Bank Sulselbar menawarkan skema pembiayaan khusus bagi pelaku UMKM yang selama ini kesulitan mengakses kredit perbankan konvensional. Salah satu poin utama yang disosialisasikan adalah pinjaman tanpa agunan dengan bunga yang lebih rendah dibandingkan produk kredit umum. Ini menjadi angin segar bagi pedagang pasar, perajin, dan pelaku usaha mikro di 27 kecamatan se-Kabupaten Bone.
Dalam sambutannya, Andi Akmal Pasluddin menekankan bahwa kemudahan modal harus dibarengi dengan transformasi digital. "Kami ingin UMKM Bone tidak hanya mendapat modal, tapi juga mampu memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produknya," ujarnya. Ia menambahkan, pihaknya akan menggandeng dinas terkait untuk memberikan pelatihan literasi digital secara gratis bagi penerima KKK.
Program ini menyasar warga Bone yang memiliki usaha produktif, baik yang sudah berjalan maupun yang baru akan dirintis. Calon debitur hanya perlu menyiapkan dokumen kependudukan dan surat keterangan usaha dari kelurahan atau desa. Bank Sulselbar membuka pendaftaran di seluruh kantor cabang pembantu yang tersebar di Bone, termasuk unit mikro di pasar tradisional.
Pihak Bank Sulselbar menyebutkan plafon pinjaman disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan bayar, mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 50 juta per pelaku usaha. Tenor pinjaman fleksibel hingga 36 bulan. Sosialisasi ini juga menjelaskan mekanisme pengajuan secara digital melalui aplikasi mobile banking Bank Sulselbar, sehingga prosesnya lebih cepat dan transparan.
Kepala Cabang Bank Sulselbar Bone menargetkan sedikitnya 1.000 pelaku UMKM di daerah itu bisa menikmati program KKK pada tahun ini. Pemerintah daerah berjanji akan melakukan pendataan dan verifikasi calon penerima secara bertahap. Jika berjalan lancar, program ini diyakini bisa menekan angka pinjaman rentenir yang selama ini membebani pedagang kecil di Bone.