8 Lapak PKL di Tallo Makassar Ditertibkan Kembali, Camat Siapkan Relokasi ke CFD Jalan Sunu

Penulis: Aditya Nugraha  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 12:37:01 WIB
Camat Tallo pimpin penertiban 8 lapak PKL yang berdiri di area tak sesuai peruntukan.

MAKASSAR — Camat Tallo Andi Husni memimpin langsung operasi penertiban bersama Satpol PP Kota Makassar dan aparat kelurahan. Penertiban menyasar lapak yang telah beroperasi hingga 20 tahun di atas area yang tak sesuai peruntukan.

Dua Titik Penertiban: 15-20 Tahun Menguasai Fasum

Di Kelurahan Kalukuang, petugas menertibkan lapak di Jalan Datuk Patimang yang telah berdiri selama 15 tahun. Sementara di Kelurahan Suangga, sejumlah pedagang gorengan dan lapak usaha lainnya diketahui berjualan hingga 20 tahun di atas saluran drainase dan fasilitas umum.

“Kami tidak akan mentolerir aktivitas yang melanggar aturan, apalagi yang berdampak pada ketertiban umum, kebersihan lingkungan, serta fungsi fasilitas publik,” tegas Andi Husni.

Risiko Banjir dan Gangguan Akses Publik

Keberadaan lapak di atas saluran drainase dinilai berpotensi menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir. Camat Tallo juga menyoroti gangguan terhadap akses dan kenyamanan warga yang menggunakan fasilitas umum.

Sebagian pedagang disebut telah kooperatif dengan membongkar sendiri lapak mereka sebelum penertiban dilakukan. “Kami mengapresiasi sikap kooperatif sebagian pedagang yang secara mandiri membongkar lapak mereka,” ujarnya.

CFD Jalan Sunu Siap Tampung 500 PKL

Sebagai langkah solutif, Pemerintah Kecamatan Tallo menyiapkan lokasi usaha terpusat berbasis kegiatan Car Free Day (CFD) di sekitar Jalan Sunu. Kawasan ini dirancang dengan sistem pengelolaan terstruktur, mencakup pengaturan keamanan dan tata kelola kawasan.

“Kami rencanakan kawasan Jalan Sunu menjadi salah satu lokasi alternatif untuk menampung para PKL semua berjualan. Konsepnya akan kami tata, dengan memperhatikan aspek keamanan, ketertiban, dan kenyamanan,” jelas Andi Husni.

Lokasi tersebut diperkirakan mampu menampung hingga sekitar 500 pelaku usaha secara bertahap. Sebelumnya, kawasan sekitar Monumen Korban 40.000 Jiwa telah dimanfaatkan sebagai lokasi sementara yang mampu menampung sekitar 200 pelaku usaha.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: edelweisnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top