MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi memperkenalkan sistem manajemen talenta sebagai instrumen utama dalam pengembangan karier dan penempatan aparatur sipil negara (ASN). Melalui sistem ini, proses pemilihan pejabat kini mengacu sepenuhnya pada kapasitas kerja dan kompetensi individu, meninggalkan pola lama yang dinilai lebih birokratis.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan bahwa kehadiran teknologi manajemen talenta membuat pemerintah daerah lebih lincah dalam menentukan posisi strategis. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Ekspose Manajemen Talenta Instansi Pemerintah Wilayah Sulsel di Makassar, Kamis lalu.
Andi Sudirman menekankan bahwa efektivitas kerja menjadi indikator utama dalam sistem baru ini. Dengan basis data yang terintegrasi, pimpinan daerah dapat melihat rekam jejak dan keahlian ASN secara objektif sebelum memberikan penugasan pada program-program prioritas.
“Dengan adanya sistem ini, kita bisa lebih cepat memilih orang-orang yang bekerja efektif dan mampu menjalankan program dengan baik,” ujar Andi Sudirman Sulaiman di hadapan para peserta ekspose.
Menurutnya, manajemen talenta bukan sekadar formalitas administratif, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan setiap posisi diisi oleh orang yang tepat. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir kesalahan penempatan yang selama ini menghambat akselerasi program pembangunan.
Penerapan sistem ini tidak hanya berhenti di level provinsi. Gubernur mendorong seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan untuk segera mengadopsi manajemen talenta secara penuh. Langkah sinkronisasi ini dianggap krusial agar target pembangunan nasional dapat tercapai hingga ke tingkat daerah terkecil.
“Bagaimana kabupaten/kota kita juga mengikuti sistem penerapan manajemen talenta secara penuh. Sistem ini sangat bagus karena mempercepat pelaksanaan visi misi Bapak Presiden di daerah maupun di provinsi,” katanya menambahkan.
Kegiatan ekspose ini juga menghadirkan Kepala BKN RI, Prof Zudan Arif Fakrulloh, yang memberikan penguatan teknis serta motivasi bagi para pengelola kepegawaian di Sulawesi Selatan. Kehadiran pimpinan BKN pusat tersebut diharapkan memperluas pemahaman pemerintah daerah mengenai standar manajemen talenta nasional.
Andi Sudirman berharap masukan dan arahan dari Kepala BKN dapat menjadi bekal bagi daerah dalam menyempurnakan kualitas birokrasi. “Kita berharap ekspose manajemen talenta ini memberikan manfaat besar bagi pemerintah daerah, apalagi langsung mendapat penguatan dari Bapak Kepala BKN,” pungkasnya.