Millwall akan menghadapi Hull City dalam laga dua leg semifinal play-off Championship demi memperebutkan satu tiket promosi ke Premier League. Skuad asuhan Alex Neil ini berpeluang mengulangi sejarah emas tahun 1988 setelah finis di peringkat ketiga klasemen akhir musim 2024-2025.
The Lions mengakhiri musim reguler dengan koleksi 83 poin, hanya terpaut satu angka dari Ipswich Town yang mengamankan tiket promosi otomatis. Kini, tantangan besar menanti di East Yorkshire pada Jumat mendatang saat mereka bertandang ke markas Hull City, sebelum melakoni leg kedua di kandang sendiri.
Jika berhasil melewati hadangan Hull, Millwall akan berhadapan dengan pemenang antara Southampton atau Middlesbrough di Stadion Wembley. Kemenangan di partai final akan menyudahi dahaga panjang klub selama 36 tahun untuk kembali berkompetisi di level teratas sepak bola Inggris.
"Kami sangat percaya diri dengan apa yang kami lakukan. Kami percaya mampu pergi ke mana pun dan memenangkan pertandingan," ujar manajer Millwall, Alex Neil, kepada BBC Radio London.
Keberhasilan Millwall menembus zona play-off musim ini bukan tanpa alasan. Konsistensi menjadi kunci utama sejak mereka menembus enam besar pada awal Januari lalu. Statistik mencatat Millwall merupakan tim dengan pertahanan paling rapat di kasta kedua dengan raihan 17 clean sheets.
Selain tangguh di belakang, Jake Cooper dan kawan-kawan juga menjadi tim yang paling ditakuti saat bermain di luar kandang. Mereka mengumpulkan 41 poin dari pertandingan tandang, angka tertinggi dibandingkan kontestan Championship lainnya musim ini.
Pencapaian ini tergolong luar biasa mengingat badai cedera sempat menghantam klub. Pada satu titik di musim ini, seluruh pemain tengah senior Millwall harus menepi dari lapangan hijau akibat masalah kebugaran.
Perjalanan menuju babak play-off ini terasa sangat emosional bagi seluruh elemen klub. Millwall harus melewati masa-masa sulit setelah kehilangan pemilik klub, John Berylson, yang meninggal dunia akibat kecelakaan mobil pada Juli 2023.
Duka kembali menyelimuti The Den pada Juni 2024 saat penjaga gawang utama mereka, Matija Sarkic, meninggal dunia secara mendadak di usia 26 tahun saat sedang berlibur di Montenegro. Keberhasilan mencapai posisi ketiga musim ini pun didedikasikan untuk mengenang kedua sosok penting tersebut.
Keberhasilan Alex Neil membangun skuad yang kompetitif tidak lepas dari perubahan kebijakan transfer klub dalam dua tahun terakhir. Millwall mulai berani menggelontorkan dana besar dengan memecahkan rekor transfer klub saat mendatangkan Camiel Neghli dari Sparta Rotterdam dan Josh Coburn dari Middlesbrough.
Selain pembelian mahal, fleksibilitas pemain seperti Tristan Crama yang fasih bermain sebagai bek tengah maupun bek kanan menjadi aset berharga. Di sisi lain, manajemen klub juga cerdas dalam mengelola keuangan dengan melepas talenta muda Romain Esse ke Crystal Palace senilai 12 juta poundsterling tahun lalu.
"Mengingat implikasi finansial dari promosi ke Premier League, saya rasa pencapaian ini akan melampaui promosi legendaris tahun 1987-1988," ungkap Nick Hart, presenter podcast Achtung! Millwall.
Generasi 2026 kini selangkah lagi bisa menyamai level para pahlawan klub tahun 1988 seperti Teddy Sheringham dan Tony Cascarino. Ujian pertama di markas Hull City akan menjadi penentu apakah mimpi kembali ke kasta tertinggi akan menjadi kenyataan.